oleh

Petani Pinrang Sedih Hasil Penen, Klaim Pemerintah?

Bagikan :

POUPNEWS.COM, PINRANG — Musim panen tahun ini menjadi pukulan telak bagi petani di Pinrang Sulawesi Selatan.

Bagaimana tidak, kenyataan hasil pertanian mereka sungguh diluar ekspektasi mereka. Klaim keberhasilan pertanian pemerintah pun diragukan sejumlah petani

Adalah Syarif, petani di Lanrisang terlihat sangat sedih usai memanen tanaman padinya belum lama ini. Ada hasil, iya. Tapi Syarif malah merugi besar

Alih-alih mendapatkan keuntungan, kata Syarif, untuk mengganti saja biaya produksi tidak bisa. Produksi gabah Syarif dan petani lainnnya, sangat minim

Penurunan produksi padi petani di Pinrang itu, di klaimnya akibat faktor alam dan gangguan hama. “Kekeringan akibat kemarau dan banyak hama tikus,” tutur Syarif

Musim ini, beber Syarif, ada ratusan hektar sawah di wilayahnya dipastikan gagal panen.

“Kami sudah mencoba berbagai upaya, tapi hasilnya tetap seperti ini. Kami harap, Pemerintah Daerah memiliki empati dan bisa memberikan solusi terbaik buat kami,” harapnya.

Petani lainnya di Mattiro Bulu, Herman meminta pemerintah jangan menutup-nutupi masalah ini dengan mencoba menonjolkan areal pertanian yang kebetulan produksinya masih bisa bertahan di musim tanam ini.

“Jujur, kami kecewa pemerintah memamerkan kesuksesan sebagai petani Pinrang di musim panen ini dengan mengambil sampel wilayah yang masih bisa bertahan produksinya. Harusnya mereka membuka mata dan berani jujur akan kenyataan yang dihadapi petani Pinrang saat ini,” ucapnya dengan ketus.

Herman yang memiliki luas sawah sekitar 68 are itu hanya mampu menghasilkan sembilan karung,padahal penen sebelumnya bisa mencapai 30 karung.

“Beratnya dalam satu karung jika dirata-rata hanya 95 Kg/per karungnya”ungkap Herman.

Herman menyebut kalau pun ada wilayah yang panennya masih bisa bertahan, prosentasenya cukup sedikit jika birbicara skala Kabupaten.

“Yang gagal panen ditutupi. Yang panennya masih bisa lumayan ditonjolkan untuk menutupi kesengsaraan petani dari sorotan publik. Ini sudah keterlaluan, harusnya Dinas terkait memikirkan gimana caranya bisa membantu petani yang gagal panen atau mengurangi biaya produksi petani”

Informasi dihimpun para Patani disejumlah wilayah terpaksa harus mengelurkan biaya tambahan untuk proses pompanisasi sawah yang mengalami kekeringan.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Andi Calo Kerrang,Rabu kemarin mengatakan,hasil panen tahun ini terkesan pencapaian luar biasa “Luar biasa karena dalam musim tanam ini yang bertepatan kemarau panjang ternyata masih ada petani bisa panen 7-8 ton gkp/ha,” ungkap Andi Tjalo Kerrang ketika hadir dalam pasar teknologi Advansia di Punnia.

Laporan : Andi Jamro

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *