Pihak ketiga menegaskan bahwa pupuk organik yang diimpor dari China tidak mengandung bakteri berbahaya, sementara Perusahaan Isolasi Tanaman Nasional mengesampingkan adanya bakteri berbahaya.
Sertifikat ini dikeluarkan oleh Schutter Global Inspection and Survey Company. Menurut laporan itu, sampel yang diuji tidak mengandung salmonella, coliform atau bakteri berbahaya lainnya.
Namun, Badan Isolasi Tanaman Nasional Sri Lanka telah menyatakan bahwa pupuk tersebut tidak dapat digunakan, sementara China terus menolaknya.
Selanjutnya, Dubes China untuk Sri Lanka mengundang Menteri Mahindananda Aluthgamag dan Menteri Luar Negeri Sachindra Rajapaksa untuk berdiskusi. Dalam diskusi tersebut pihak ketiga sepakat untuk menguji ulang sampel pupuk tersebut. Namun, Mentan mengatakan sampel pupuk tersebut tidak akan diberikan kepada pihak ketiga untuk diuji dan akan dikembalikan ke kapal.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
