Anggota parlemen dari Persatuan Rakyat Aliansi (UPA) Patali Champika Ranawaka mengatakan bahwa negara akan bangkrut dalam bulan depan jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas untuk pulih dari krisis keuangan yang dihadapi negara.
Dia menambahkan bahwa negara bagian akan membayar $900 juta pada bulan pertama tahun depan.
Berbicara pada Konferensi Advokat Brigade ke-43, dia mengatakan Sri Lanka harus membayar $500 juta dalam bentuk obligasi pemerintah bulan depan dan $242 juta dalam bentuk obligasi pembangunan.
Dia mencatat bahwa Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan JICA berutang lebih dari $200 juta, dan negara tersebut harus membayar total $900 juta pada bulan pertama tahun depan.
Dia mengatakan cadangan devisa negara itu hanya $ 1,15 miliar dan harus default jika tindakan yang tepat tidak diambil.
Berita kontak

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
