Presiden Ranil Wickremesinghe mengatakan dia berencana untuk bergabung dengan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan memulai negosiasi untuk membentuk perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara ASEAN lainnya setelah tindakan restrukturisasi utang selesai.
Presiden juga menyatakan setuju dengan visi ASEAN untuk kawasan Indo-Pasifik dan akan memberikan dukungan penuh untuk memajukan visi tersebut.
Memperingati Hari ASEAN
Hal itu disampaikan Presiden Ranil Wickremesinghe saat menghadiri perayaan ASEAN Day ke-56 yang digelar di KBRI Colombo pada tanggal delapan bulan ini.
Pada tanggal 8 Agustus 1967, Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dibentuk di gedung Kementerian Luar Negeri di Bangkok, Thailand dengan tanda tangan menteri luar negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Ini adalah organisasi antar pemerintah dengan 10 negara anggota: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Integrasi ke dalam integrasi ekonomi regional yang luas
Negara-negara anggota ASEAN merayakan “Hari ASEAN” pada 8 Agustus setiap tahun.
Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa usulan untuk bergabung dengan ASEAN telah ditolak dan karena keanggotaannya tidak tersedia, sebaiknya dilanjutkan dengan asosiasi ekonomi regional yang luas.

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.


