Oleh karena itu, pihaknya terlibat dalam kegiatan untuk meningkatkan dominasinya di Asia Tenggara dan kawasan Laut Cina Selatan. Oleh karena itu, konon akan terjadi banyak perubahan dalam politik dunia. Ini merupakan dorongan bagi Amerika. Oleh karena itu, pihaknya ingin Sri Lanka mengakhiri hegemoni Tiongkok. Beberapa hari lalu, Duta Besar AS untuk Sri Lanka, Gili Singh, mengunjungi Provinsi Utara.
Dia bertemu dengan orang-orang Tamil yang tinggal di sana, para pemimpin partai nasional Tamil, dan anggota parlemen. Mereka mencatat pandangan mereka mengenai hegemoni Tiongkok di Sri Lanka. Senator AS Chris Van Hollen yang datang ke Sri Lanka bertemu dengan Presiden dan beberapa orang lainnya.
Karena permasalahan di Sri Lanka adalah perekonomian, Amerika berusaha untuk menarik tokoh-tokoh penting dari Sri Lanka, termasuk Presiden, ke pihaknya, dengan mengatakan bahwa Amerika akan ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Amerika Serikat akan mendukung keadilan internasional,” kata Senator AS Chris Van Hollen. Dalam situasi ini, kapal mata-mata Tiongkok “Shi Yan 6” tidak diizinkan datang ke Sri Lanka. Tekanan Amerika juga disebut-sebut menjadi alasan utama hal ini.
– reporter kami –

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
