Woodside, Kalifornia: Presiden AS Joe Biden sekali lagi menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai seorang otoriter.
Hal itu diungkapkannya usai pembicaraan kedua pemimpin di San Francisco untuk mengubah situasi tegang kedua negara dan menjalin hubungan harmonis.
Pertemuan tersebut diadakan di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
“Dia adalah seorang diktator,” kata Biden kepada wartawan setelah pertemuan empat jam tersebut. Komentar serupa tentang dirinya pada bulan Mei tahun ini memicu kontroversi besar antara kedua negara.
Yang saya maksudkan adalah dia menjalankan negara komunis yang sangat berbeda dengan negara kita. Namun, kami bergerak maju dalam hubungan yang harmonis.”
Ini akan menjadi pertemuan langsung pertama kedua pemimpin sejak pertemuan November 2022 di Indonesia.
Pada Februari 2023, Joe Biden menyebut Xi Jinping sebagai seorang diktator ketika pesawat tempur AS menembak jatuh balon mata-mata Tiongkok.
Baca juga | Konferensi APEC di San Francisco! Jadi, apa itu APEC?
Para pejabat Tiongkok menggambarkan hal ini sebagai retorika yang tidak masuk akal dan provokatif.
Pernyataan Biden dinilai negatif di akhir pembicaraan, yang diharapkan dapat mencapai keharmonisan lingkungan bisnis, ekonomi, dan politik antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
