Menteri Negara Sanath Nishantha meminta maaf kepada Ketua Parlemen atas tindakannya pada tanggal 21 yang menimbulkan ketegangan di Parlemen Sri Lanka.
Dalam surat yang dikirimkan kepada Ketua Parlemen Mahinda Yapa Abeywardena, ia menyatakan tidak seharusnya bertindak sedemikian rupa hingga menghina Parlemen.
Ketika Pemimpin Oposisi Sajith Premadasa mencoba mengajukan pertanyaan di Parlemen baru-baru ini, Sindh Nishantha dan beberapa anggota parlemen menyelanya dengan berteriak keras.
Dia juga berkonflik dengan Sajith Premadasa.
tindakan pembicara
Dalam kasus ini, Ketua Parlemen Mahinda Yapa Abeywardena mengumumkan bahwa masa jabatan Sanath Nishantha akan ditangguhkan selama dua minggu, dengan menyatakan bahwa ia telah berperilaku nakal di Parlemen.
Dalam hal ini, Sanath Nishantha meminta maaf kepada Pembicara, dengan mengatakan bahwa dia menyesali perbuatannya.
Sanath Nishantha juga mengakui dalam suratnya bahwa perilakunya tidak sesuai dengan Parlemen dan dia seharusnya tidak berperilaku seperti itu di badan legislatif.
Pelanggaran hak istimewa
Menteri Negara juga mengatakan bahwa tidak ada hukuman yang dijatuhkan pada Pemimpin Oposisi Sajith Premadasa dan Anggota Parlemen Shakti dari Persatuan Rakyat Nalin Bhandara dan hanya menghukum mereka karena seluruh insiden merupakan pelanggaran hak istimewa.
IBC Tamil untuk mengetahui berita secara instan saluran WhatsApp Bergabung…! |

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.


