Alternatif AirTag dengan Daya Tahan Baterai Panjang Kini Dijual Lebih Murah

Alternatif AirTag dengan Daya Tahan Baterai Panjang Kini Dijual Lebih Murah

Pasar perangkat pelacak pintar untuk pengguna iPhone semakin berkembang dengan hadirnya berbagai alternatif selain AirTag milik Apple. Sejumlah produsen kini menawarkan fitur tambahan yang menarik, mulai dari desain unik hingga ketahanan baterai yang jauh lebih lama. Salah satu produk yang tengah mencuri perhatian adalah Ugreen FineTrack 2 yang kompatibel dengan jaringan Find My milik Apple.

Ugreen FineTrack 2 Tawarkan Desain Unik dan Baterai Tahan Tujuh Tahun

Ugreen FineTrack 2 hadir dengan bentuk menyerupai bola sepak kecil dan dilengkapi fitur menyala dalam gelap agar lebih mudah ditemukan saat berada di tempat minim cahaya.

Perangkat pelacak ini juga memiliki alarm dengan suara hingga 110 desibel untuk membantu pengguna menemukan barang yang hilang, seperti kunci, tas, atau koper perjalanan. Fitur seperti ini dinilai praktis bagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.

Harga Ugreen FineTrack 2 saat ini turun menjadi sekitar US$15 dari harga awal US$20. Produk tersebut juga tersedia dengan harga serupa melalui toko resmi Ugreen.

Tidak Perlu Mengganti Baterai dalam Waktu Lama

Berbeda dengan sebagian besar perangkat pelacak lain yang menggunakan baterai kancing yang bisa diganti, FineTrack 2 memakai baterai tanam yang tidak dapat diisi ulang. Namun, baterai tersebut diklaim mampu bertahan hingga tujuh tahun.

Bagi sebagian pengguna, baterai permanen mungkin dianggap sebagai kekurangan. Meski begitu, daya tahan yang sangat panjang membuat pengguna tidak perlu repot mengganti baterai secara berkala.

Perangkat ini juga telah memiliki sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap air dan debu. Ugreen turut menyertakan tali pendek dan tali panjang yang dapat diganti sesuai kebutuhan.

Pixel Buds 2A Hadir dengan Fitur Lebih Lengkap

Selain perangkat pelacak pintar, sejumlah produk audio juga sedang mengalami penurunan harga. Google Pixel Buds 2A kini dijual dengan harga sekitar US$109 di beberapa toko ritel besar.

READ  Indonesia Dukung Agenda Digital China di APEC 2026

Perangkat audio nirkabel terbaru dari Google tersebut membawa sejumlah peningkatan dibanding generasi sebelumnya yang dirilis pada 2021. Fitur yang tersedia meliputi peredam bising aktif, mode suara sekitar, serta audio spasial.

Cocok Digunakan untuk Aktivitas Harian

Pixel Buds 2A juga dilengkapi sertifikasi IP54 yang memberikan perlindungan terhadap keringat dan percikan air. Dengan kotak pengisian daya, total daya tahan baterainya mencapai hingga 20 jam.

Bagi pengguna yang menginginkan fitur lebih premium, Pixel Buds Pro 2 tersedia dengan harga sekitar US$80 lebih mahal. Model tersebut menawarkan daya tahan baterai lebih panjang, dukungan pengisian daya tanpa kabel, serta perlindungan terhadap suara bising berintensitas tinggi.

Headphone Bose QuietComfort Ultra Versi Rekondisi Jadi Pilihan Menarik

Pada kategori headphone premium, Bose QuietComfort Ultra generasi pertama versi rekondisi juga menjadi salah satu produk yang menarik perhatian. Produk tersebut dijual seharga sekitar US$188, jauh lebih murah dibanding harga barunya yang berada di atas US$300.

Bose menyebut produk rekondisi tersebut berada dalam kondisi sangat baik dan dikirim lengkap dengan seluruh perlengkapan bawaan.

Kualitas Audio dan Peredam Bising Masih Unggul

Meski sudah hadir generasi terbaru, QuietComfort Ultra generasi pertama masih dikenal memiliki kualitas suara yang sangat baik, nyaman digunakan dalam waktu lama, serta memiliki kemampuan meredam suara sekitar secara efektif.

Pada generasi kedua, Bose menghadirkan beberapa peningkatan seperti daya tahan baterai yang lebih lama, dukungan audio tanpa kehilangan kualitas melalui USB-C, dan mode suara sekitar yang lebih baik.

Samsung Perkenalkan Monitor Gim 5K dengan Kecepatan Tinggi

Samsung juga baru memperkenalkan jajaran monitor gim terbaru, termasuk Odyssey G8 G80HF berukuran 27 inci dengan resolusi 5K.

READ  Indonesia Siapkan Proyek Hilirisasi Baru Senilai Rp239 Triliun

Monitor tersebut dijual seharga sekitar US$899 dan menawarkan bonus khusus bagi pembeli awal. Konsumen dapat memilih hadiah berupa voucher Samsung senilai US$200, pengeras suara Music Studio 5 dengan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth, atau earphone nirkabel Galaxy Buds 4 Pro.

Mendukung Resolusi 5K hingga 180Hz

Odyssey G8 G80HF memiliki spesifikasi yang berbeda dibanding sebagian besar monitor 5K lainnya. Monitor ini mendukung resolusi 5K dengan tingkat penyegaran hingga 180Hz, atau resolusi 1440p hingga 360Hz.

Sebagai perbandingan, kebanyakan monitor 5K di pasaran hanya mendukung tingkat penyegaran hingga 60Hz. Samsung juga menyematkan kepadatan piksel 218 ppi yang setara dengan Apple Studio Display.

Meski demikian, monitor ini tidak memiliki port USB-C untuk memudahkan koneksi langsung dengan laptop seperti MacBook.

Persaingan Perangkat Teknologi Semakin Ketat

Penurunan harga pada berbagai perangkat teknologi menunjukkan persaingan pasar yang semakin agresif. Produsen berlomba menghadirkan fitur lebih lengkap dengan harga yang lebih kompetitif untuk menarik minat konsumen.

Bagi pengguna di Indonesia yang semakin aktif menggunakan perangkat pintar dalam kehidupan sehari-hari, kehadiran alternatif dengan fitur lengkap dan harga lebih terjangkau menjadi pilihan yang semakin menarik.

Lainnya dari Penulis

Ulasan Akhir Sistem Operasi Jam Tangan Apple Generasi 26: Lebih Baik, tetapi Belum Cukup Menggoda

Ulasan Akhir Sistem Operasi Jam Tangan Apple Generasi 26: Lebih Baik, tetapi Belum Cukup Menggoda

Indonesia Dorong Diversifikasi Jalur Internet untuk Kurangi Ketergantungan pada Singapura

Indonesia Dorong Diversifikasi Jalur Internet untuk Kurangi Ketergantungan pada Singapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *