Unitree Menuju IPO Rekor, Robot Humanoid China Bersiap Melantai di Bursa Shanghai

Unitree Menuju IPO Rekor, Robot Humanoid China Bersiap Melantai di Bursa Shanghai

Unitree, produsen robot humanoid terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan, bersiap mencatatkan sahamnya di Shanghai. Penawaran saham perdana perusahaan asal Hangzhou itu telah menghimpun dana 6,1 miliar yuan atau sekitar US$905 juta, dengan permintaan investor mencapai lebih dari 8.000 kali jumlah saham yang ditawarkan. Angka tersebut menjadi rekor bagi STAR Market, papan bursa teknologi China yang kerap dibandingkan dengan Nasdaq.

Unitree Jadi Simbol Kemajuan Robotika China

Unitree menarik perhatian global melalui robot humanoid yang mampu menari, melakukan gerakan bela diri, hingga menjalankan berbagai manuver kompleks. Perusahaan tersebut semakin menjadi sorotan setelah memperkenalkan robot humanoid terbaru bernama “Superman”, yang diklaim mampu melompat hingga ketinggian dua meter dan berlari dengan kecepatan 12,66 meter per detik.

Popularitas Unitree meningkat tajam setelah robot-robotnya tampil dalam pertunjukan Tahun Baru Imlek dengan koreografi tarian yang terkoordinasi. Sejak saat itu, perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu simbol ambisi China dalam memajukan industri robotika.

Pendiri Unitree, Wang Xingxing, juga pernah duduk di barisan depan dalam pertemuan Presiden Xi Jinping dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka China.

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan menyusutnya jumlah tenaga kerja, pemerintah China mengalokasikan investasi besar untuk pengembangan robot humanoid. Teknologi tersebut dipandang sebagai salah satu arena baru persaingan teknologi sekaligus sektor strategis bagi industri masa depan.

Kemajuan dalam industri robot humanoid juga dinilai dapat memperkuat posisi China dalam persaingan dengan Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan dan teknologi canggih.

IPO Unitree Jadi Tonggak Industri Robot Humanoid

Pencatatan saham tersebut akan menjadikan Unitree sebagai produsen robot humanoid pertama yang melantai di bursa China daratan. Sejumlah perusahaan robotika China lainnya telah lebih dahulu memperdagangkan sahamnya di Hong Kong.

READ  Xiaomi Pangkas Emisi hingga 93% dengan Material Daur Ulang untuk Perkuat Daya Saing Global

“IPO Unitree dianggap sebagai tonggak penting bagi industri humanoid dan dapat menjadi tolok ukur bagi IPO lain yang sedang dipersiapkan,” kata Ethan Qi, direktur asosiasi di perusahaan analisis pasar Counterpoint Research.

China saat ini mendominasi penjualan robot humanoid global. Perusahaan-perusahaan asal negara tersebut menyumbang sebagian besar pengiriman robot humanoid dunia dan berada jauh di depan sejumlah pesaing asal Amerika Serikat.

Namun, teknologi ini masih menghadapi keterbatasan pada perangkat keras maupun perangkat lunak. Para ahli memperkirakan robot berkaki dua masih membutuhkan waktu sebelum dapat digunakan secara luas di pabrik maupun rumah tangga.

Sebagian besar penjualan Unitree sejauh ini berasal dari lembaga penelitian dan pendidikan. Sementara itu, penggunaan untuk kebutuhan industri masih berada di bawah 10% dalam tiga kuartal pertama 2025.

“Unitree telah menunjukkan teknologi yang kuat dan daya tarik komersial, tetapi beralih dari demonstrasi dan penerapan awal menuju adopsi industri secara luas akan membutuhkan waktu,” kata Kangyuxiao Li, analis ekuitas Morningstar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan model kecerdasan buatan berbasis fisik, perangkat keras robot, serta perluasan fasilitas produksi.

Pendapatan Unitree Melonjak Lebih dari Sepuluh Kali Lipat

Unitree didirikan di Hangzhou, salah satu pusat teknologi utama di China bagian timur. Perusahaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi dan investasi besar China.

Selain robot humanoid, Unitree memproduksi robot berkaki empat yang dikenal sebagai robot anjing. Produk tersebut menyumbang sekitar 42% dari pendapatan perusahaan.

Dalam dua tahun, pendapatan Unitree meningkat lebih dari sepuluh kali lipat hingga mendekati 1,7 miliar yuan atau sekitar US$252 juta pada 2025. Perusahaan juga termasuk sedikit produsen robot humanoid yang telah mencatat keuntungan, dengan laba bersih sebesar 278 juta yuan atau sekitar US$41 juta.

READ  Staycation Akhir Pekan di Swissôtel Living Jakarta Mega Kuningan, Pilihan Rehat di Tengah Kota

Unitree mengirimkan lebih dari 5.500 robot humanoid ke berbagai negara pada tahun lalu, menjadikannya penjual robot humanoid terbesar di dunia.

Pengembangan Sistem Kecerdasan Robot Jadi Fokus

Meski menjadi salah satu pemimpin industri, Qi menilai keunggulan Unitree saat ini masih banyak bertumpu pada perangkat keras dan kemampuan pengendalian gerakan.

Perusahaan dinilai perlu meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan dalam model kecerdasan buatan berbasis fisik yang berfungsi sebagai “otak” robot.

Pembatasan Geopolitik Menjadi Tantangan

Prospek Unitree tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produknya. Perusahaan juga menghadapi tekanan geopolitik, terutama terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap perusahaan teknologi China.

Unitree telah dimasukkan dalam daftar perusahaan China yang dianggap memiliki hubungan dengan sektor militer dan dilarang melakukan bisnis dengan Pentagon. Washington juga memberlakukan pembatasan terhadap impor baru robot humanoid dan robot berkaki empat dari produsen asing dengan alasan keamanan nasional.

Pembatasan tersebut tidak mencakup model lama yang telah memperoleh izin penjualan. Namun, kebijakan itu berpotensi menghambat pertumbuhan Unitree karena lebih dari 40% pendapatannya berasal dari pasar luar negeri.

Unitree mengakui bahwa pembatasan lebih lanjut dapat membuat perusahaan kesulitan mempertahankan pertumbuhan penjualan internasional dan bahkan berpotensi menekan kinerja bisnis.

Selain menghadapi risiko geopolitik, Unitree harus membuktikan bahwa robotnya dapat diterapkan secara efektif di berbagai sektor industri serta membangun sistem kecerdasan buatan berbasis fisik yang semakin matang.

Keberhasilan IPO Unitree menunjukkan besarnya minat investor terhadap industri robot humanoid China. Namun, pertumbuhan jangka panjang perusahaan akan sangat bergantung pada kemampuannya mengubah teknologi yang saat ini banyak digunakan untuk penelitian dan demonstrasi menjadi solusi komersial berskala luas.

Lainnya dari Penulis

Xiaomi Rilis HyperOS Security 12.7.9, Tingkatkan Keamanan dan Stabilitas Sistem

Xiaomi Rilis HyperOS Security 12.7.9, Tingkatkan Keamanan dan Stabilitas Sistem

InJourney Group Rayakan Kemerdekaan dengan Seni Rakyat, Pelestarian Budaya, dan Kepedulian untuk NTT

InJourney Group Rayakan Kemerdekaan dengan Seni Rakyat, Pelestarian Budaya, dan Kepedulian untuk NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *