Proyek percontohan yang mengkategorikan pegawai asing yang tinggal di asrama bersama masyarakat itu akan dilaksanakan awal tahun depan.
Kelompok kerja antarkementerian merilis informasi hari ini.
Melalui proyek percontohan, pekerja asing yang tinggal di asrama dapat berkomunikasi dengan masyarakat sebulan sekali.
Izin akan diberikan setelah mengetahui apakah tindakan pengamanan tertentu telah diambil.
Pembatasan lain untuk pekerja asing akan dihapus.
Selain itu, pekerja asing akan diizinkan untuk sering bepergian ke area yang ditentukan sebagai pusat hiburan.
Mencukur dan mengirim uang kembali ke rumah dikutip sebagai contoh.
Pemerintah dikatakan bekerja sama dengan manajemen stasiun untuk memperkenalkan lebih banyak aktivitas di pusat hiburan.
Ini termasuk aktivitas seperti membuka bar tertentu dan melihat foto.
Di hostel, karyawan juga diizinkan menggunakan fasilitas umum tambahan.
Termasuk dapur dan fasilitas olahraga.
Dikatakan bahwa prosedur penyaringan dan isolasi rutin dan ekstensif untuk mendeteksi kasus baru kuman akan terus berlanjut.
Ini berlaku untuk pekerja asing yang dipekerjakan di sektor konstruksi dan kelautan.

Ayu Maharani adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus pada penyajian berita dan informasi terkini secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Ia meliput beragam topik, mulai dari berita umum, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, hingga gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Ayu mengutamakan pelaporan yang informatif, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca, serta menghadirkan perkembangan terbaru dan kisah-kisah yang memiliki dampak serta keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
