Bentrokan meletus antara pasukan India dan China tahun lalu setelah pasukan China bergerak ke daerah Lembah Kalawan di Ladakh. 20 tentara tewas.
Hubungan India dengan China memburuk setelah kecelakaan itu. Pemerintah federal telah memerintahkan larangan ratusan prosesor seluler China di India, termasuk Tic Tac Toe dan Hello, untuk alasan keamanan. Dalam hal ini, Tic Tac Toe mengumumkan akan memberhentikan karyawannya yang bekerja di India.
Sementara itu, terungkap bahwa Bit Dance, perusahaan induk dari Tic Tac Toe, sedang dalam pembicaraan untuk menjual Tic Tac ke pesaing yang berbasis di Bangalore, Glance.
Soft Bank Jepang dilaporkan sedang dalam pembicaraan. Bite Dance and Glance tidak berkomentar karena pembicaraan masih pada tahap awal.
Jika Bite Dance terus menegosiasikan penjualan Tic Tac Toe, pakar TI bersikeras bahwa pemerintah federal harus memastikan bahwa informasi pengguna Tic Tac tidak melintasi perbatasan India.
Glance berkantor pusat di Bangalore. Ini dimulai oleh Navin Tiwari, lulusan Harvard Business School. Sekilas adalah anak perusahaan InMobi yang dimulai oleh Naveen Tiwari.
Pertumbuhan prosesor Glance dan Roposo sangat fenomenal sejak Tic Tac Toe dilarang di India. Jumlah pengguna meningkat menjadi 130 juta.

Fajar Wibowo adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu penting dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Fajar menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan informasi masyarakat.
