Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap virus Corona pada jutaan orang di Inggris Raya.
Ketika Inggris berjuang untuk mengendalikan infeksi virus corona, Inggris secara radikal mengubah rencananya untuk melonggarkan pembatasan selama Natal.
“Saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan dan saya tidak punya alternatif,” katanya dalam konferensi pers pada hari Sabtu.
Di bawah peraturan baru, orang harus tinggal di rumah kecuali untuk alasan dasar seperti bekerja.
Penjualan ritel primer juga akan ditutup, bersama dengan hiburan dalam ruangan dan rekreasi, dan campuran sosial akan dibatasi untuk bertemu seseorang di luar ruangan.
Johnson menambahkan bahwa dia yakin Inggris tidak membutuhkan pembekuan ketiga setelah Natal.
Menurut data dari Johns Hopkins University, 2.010.077 pasien korona telah diidentifikasi di Inggris sejauh ini dan 67.177 kematian telah dilaporkan.

Ayu Maharani adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus pada penyajian berita dan informasi terkini secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Ia meliput beragam topik, mulai dari berita umum, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, hingga gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Ayu mengutamakan pelaporan yang informatif, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca, serta menghadirkan perkembangan terbaru dan kisah-kisah yang memiliki dampak serta keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

