
Di markas Kriket Sri Lanka, Unit Investigasi Khusus telah meluncurkan penyelidikan khusus atas hilangnya beberapa dokumen dan kejahatan olahraga. Sejalan dengan itu, kemarin, mantan anggota Panitia Pelaksana Kriket Sri Lanka, Sugiwa Kodaliata diperiksa selama 5 jam dan mendapat pengakuan.
Kepala Inspektur Polisi Jagath Fonseca, Direktur Jenderal Satuan Reserse Kriminal Olahraga, mengatakan penyelidikan dimulai berdasarkan laporan media tentang dokumen yang hilang dan bahwa Sujeewa Kodaliyatta telah diperiksa sesuai dengan itu.
Ahad lalu, saat dokumen diyakini hilang, Sujeewa Kodaliyatta dua kali mendatangi tim kriket. Penyelidikan dimulai terhadap dia dengan latar belakang dari apa yang jelas terekam dalam video.
Sugewa memberi tahu polisi bahwa dia pergi ke institut kriket atas undangan Ashley de Silva, terutama pada hari itu. Tidak ada yang bisa dibawa bersamanya saat dia pergi adalah CCTV. Meski tidak ada dalam video, polisi menduga dia melakukan panggilan telepon saat berada di sana. Karenanya, polisi sedang melakukan penyelidikan khusus terhadap siapa yang melakukan panggilan tersebut dan tujuan mereka.
Karenanya, Sugiywa yang dipanggil untuk diinterogasi pukul 10.00 kemarin pagi diinterogasi hingga pukul 15.00. Setelah itu dia pergi.
Polisi masih menyelidiki hilangnya dokumen-dokumen tersebut, termasuk petugas keamanan dewan kriket, seorang manajer, dan seorang wanita yang merupakan sekretaris pribadi Sugiwa Kodaliata dan sopir Sugewa.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
