Warga Kecamatan Kumangaduala dan Morawiwa di Kabupaten Trincomalee melaporkan bahwa kegiatan e-learning terhambat karena kurangnya fasilitas internet.
Mereka juga menyebutkan bahwa
Siswa pedesaan terus menderita karena sekolah telah ditutup karena epidemi Pemerintah-19 yang sedang berlangsung di negara itu.
Siswa yang orang tuanya menggadaikan perhiasan dan membeli ponsel untuk siswa mengajar pelajaran internet harus mencari jangkauan 4G di atap, di lapangan dan di kolam renang.
Ketika guru mengajar secara online, siswa tidak tahu apa yang dikatakan guru karena kurangnya fasilitas internet dan guru tidak mengerti apa yang siswa katakan, sehingga aktivitas pendidikan siswa terpengaruh.
Ettabhendiwewa, khususnya di distrik Kumarangadwala dan Morawiwa di distrik Trincomalee, juga menyatakan keprihatinan bahwa siswa pedesaan tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka.
Oleh karena itu, siswa dan orang tua telah meminta otoritas terkait untuk memastikan bahwa instruksi online tersedia sesegera mungkin.


Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.


