Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan menghadiri pertemuan konsultatif untuk mengadakan pemilihan majelis di Jammu dan Kashmir pada tanggal 24. Aliansi Copcar Saya memutuskan pada pertemuan itu.
Pada tahun 2019, Bagian 370 dari Undang-Undang yang memberikan status khusus kepada Jammu dan Kashmir dicabut dan dijadikan Wilayah Persatuan. Jammu dan Kashmir dibagi menjadi dua wilayah persatuan, Ladakh.
Sebelum keputusan itu, beberapa pemimpin, termasuk Mahbouba Mufti, Omar Abdullah dan Farouk Abdullah, ditempatkan di bawah tahanan rumah. Protes pecah di seluruh negeri.
Koalisi membentuk koalisi enam partai, NCP, HDP, dan kiri, untuk menentang langkah pemerintah federal. Tim tersebut mengorganisir berbagai protes terhadap langkah pemerintah pusat. Akibatnya, para pemimpin yang ditangkap dibebaskan.
Dalam konteks ini, Perdana Menteri Narendra Modi akan memimpin pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat di Jammu dan Kashmir pada tanggal 24. Rapat konsultasi terjadi. Dilaporkan bahwa masalah pemberian kembali status negara ke Kashmir dapat dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun belakangan dilaporkan bahwa blok tersebut akan didefinisikan ulang.
Para pemimpin termasuk Mufti Mahbouba, Omar Abdullah dan Farouk Abdullah diundang untuk menghadiri pertemuan tersebut. Muncul pertanyaan apakah Mahbouba akan hadir.
Pemimpin tim Copcar Mahbouba Al-Mufti, Omar Abdullah dan Farooq Abdullah hari ini mengadakan konsultasi tentang masalah ini. Kemudian Perdana Menteri Modic Diputuskan untuk menerima undangan dan menghadiri pertemuan semua pihak. Pada saat yang sama, tampaknya Kashmir akan diberikan status negara lagi.

Nabila Putri adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus pada penyajian informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Dengan pendekatan yang mengutamakan kejelasan, akurasi, dan kemudahan dipahami, Nabila berupaya menghadirkan laporan yang informatif serta cerita-cerita yang dekat dengan perkembangan terkini. Tulisannya dirancang untuk membantu pembaca memahami isu dan peristiwa yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

