Kabul: Perempuan di Afghanistan telah bergabung dalam perjuangan, menuntut dimasukkannya perempuan dalam pemerintahan yang baru dibentuk.

Pemerintah baru yang dipimpin Taliban akan mengambil alih Afghanistan. Perempuan ditolak mendapat tempat di pemerintahan baru. Kemudian, perempuan berkumpul di luar Kanselir di Kabul hari ini untuk memprotes kesempatan bagi perempuan di Kabinet.

Para perempuan yang terlibat dalam perjuangan mengatakan, “Perempuan harus diberikan hak penuh mereka di Afghanistan, termasuk pendidikan, masyarakat, kebebasan berekspresi dan politik. Kita harus membela hak asasi manusia di Afghanistan.” Mereka membawa spanduk dengan slogan-slogan seperti ‘Konservatisme dan agama. fundamentalisme tidak bisa kembali’.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
