Presiden Gotabhaya Rajapaksa hari ini memanggil menteri dari salah satu mitra pemerintah untuk membahas kesepakatan untuk menerbitkan 40 persen saham Pembangkit Listrik Kerawalapitiya Yogadanavi kepada sebuah perusahaan AS.
Oleh karena itu, diputuskan bahwa pertemuan ini akan diadakan di aula Al-Aari pada pukul lima sore. Ketua juga diharapkan untuk berpartisipasi dalam diskusi.
Sebelumnya, sebuah kelompok pemberontak pemerintah menulis surat kepada presiden meminta kesempatan untuk membahas Perjanjian Yugadanavi, tetapi presiden tidak menanggapi.
Dan Presiden Republik mengarahkan, dalam surat balasan, untuk mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri dan Menteri Keuangan.
Namun, karena tidak ada diskusi seperti itu, kelompok pemberontak memutuskan untuk mengadakan pertemuan kesadaran publik di Nugegoda pada hari Jumat atas nama Mahajana Sabha.
Sementara itu, terungkap bahwa diskusi tentang Perjanjian Yugadanavi yang akan diadakan di Alari Hall malam ini seharusnya tidak hanya dengan faksi pemberontak pemerintah tetapi dengan pertemuan para pemimpin partai yang berkuasa.
Dengan demikian, semua pemimpin partai yang mewakili partai yang berkuasa diharapkan untuk berpartisipasi dalam diskusi.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
