Dalam surat itu, Kepala Menteri Stalin mengatakan:
Langkah-langkah harus diambil untuk melindungi hak penangkapan ikan tradisional nelayan India. Bicaralah dengan Presiden Sri Lanka tentang melindungi hak penangkapan ikan para nelayan.
Presiden Sri Lanka harus didesak untuk memenuhi tuntutan sah orang Tamil Sri Lanka Perdana Menteri Modi harus berbicara tentang penangkapan nelayan Tamil Nadu dan penyitaan kapal oleh Angkatan Laut Sri Lanka. Angkatan Laut Sri Lanka telah menangkap 74 nelayan pada tahun 2023 saja. Sementara 59 dari mereka telah dibebaskan dan dikembalikan ke Tamil Nadu, pada tahun 2020, Sri Lanka memiliki 67 kapal penangkap ikan.
Pada 9 Juli, 15 nelayan dari Tamil Nadu ditangkap oleh Angkatan Laut Sri Lanka. Nelayan Tamil Nadu sering diserang dan ditangkap oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
Penyerangan, pelecehan, dan penangkapan nelayan yang sedang berlangsung dari Tamil Nadu oleh Angkatan Laut Sri Lanka sangat mengganggu.
Penahanan yang berkepanjangan terhadap para nelayan kami di penjara-penjara Sri Lanka telah menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang mendalam di antara para nelayan di desa-desa pesisir negara bagian itu. Segera bebaskan para nelayan Tamil Nadu yang ditangkap oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
Pemerintah pusat juga harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Inilah yang dikatakan Ketua Menteri Stalin dalam surat itu.

Dimas Saputra adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus pada penyajian berita dan informasi terkini secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Ia meliput berbagai topik, termasuk berita umum, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Dimas mengutamakan pelaporan yang informatif, relevan, dan berimbang, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu yang berdampak pada kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

