Kolombo (Berita Pertama) Presiden Ranil Wickramasinghe menekankan perlunya meningkatkan kontribusi sektor ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi untuk mengatasi tantangan pembangunan yang saat ini dihadapi oleh negara-negara berkembang di seluruh dunia.
Presiden Ranil Wickremesinghe menyampaikan pernyataan tersebut pada KTT Kepala Negara G77+Tiongkok di Havana, Kuba, menurut Unit Media Kepresidenan.
Presiden Ranil Wickremesinghe menyatakan bahwa pandemi, perubahan iklim dan krisis pangan, pupuk dan energi menciptakan hambatan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Presiden menyatakan, kondisi sulit seperti hambatan akses terhadap beberapa teknologi karena mahalnya biaya, kurangnya keterampilan digital dan infrastruktur yang memadai, hambatan budaya dan kelembagaan serta hambatan finansial menjadi penyebab munculnya berbagai kesenjangan teknologi di dunia.
Presiden juga menyampaikan bahwa untuk menjembatani kesenjangan akibat disparitas teknologi, perlu dilakukan gerakan cepat menuju teknologi-teknologi baru seperti digitalisasi, big data, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), blockchain, bioteknologi, dan pengurutan genom. . . .
Presiden menyatakan bahwa Sri Lanka telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk Dewan Teknologi dan Inovasi dan Badan Transformasi Digital untuk melakukan penilaian terhadap lembaga-lembaga ilmiah, teknologi, dan penelitian yang saat ini berkinerja buruk.
Sebagai hasil dari kerja sama teknologi antara India dan Sri Lanka, Presiden mengatakan bahwa Sri Lanka juga berencana mendirikan empat universitas baru yang didedikasikan khusus untuk teknologi baru.
Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa ia berharap dapat mendirikan Universitas Internasional untuk Perubahan Iklim yang diusulkan sebagai universitas kelima.
Selain itu, Presiden Ranil Wickremesinghe mengatakan Sri Lanka berkomitmen mendukung Deklarasi Havana Baru.
Patut dicatat bahwa Presiden juga meminta seluruh negara anggota untuk bersatu agar suara kolektif KTT Kepala Negara G77+Tiongkok didengar secara internasional.

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.
