Di negara bagian Georgia AS, dilaporkan bahwa Presiden Donald Trump telah menekan seorang pejabat pemilihan untuk “menemukan” suara baru untuknya.
Pakar hukum mengatakan dia melakukannya dengan melanggar hukum federal dan negara bagian.
Namun, tuan tentang itu. Dikatakan bahwa kecil kemungkinan Trump akan dituntut.
The Washington Post melaporkan bahwa Presiden Trump berbicara melalui telepon dengan Brad Ravensberger, pejabat pemilihan Republik Georgia.
Dia mengatakan Presiden Trump mengatakan dia ingin menciptakan 11.780 suara baru untuknya.
Namun, Presiden Trump sangat tidak menyukai Tuan. Tidak diketahui saat ini apa yang akan dia lakukan setelah meninggalkan posisinya.
Di Georgia, menghasut orang lain untuk melakukan penipuan adalah kejahatan.
Mencegah pemilu agar tidak adil dan tidak memihak adalah kejahatan menurut hukum federal.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
