Gempa bumi di pulau Karibia Haiti menewaskan sedikitnya 2.000 orang. Pemerintah khawatir jumlahnya akan terus meningkat. Selama operasi penyelamatan tiga hari, hanya mayat mereka yang terperangkap di bawah puing-puing yang selamat.
Gempa berkekuatan 118 skala Richter, pada hari Minggu, 15 Agustus, melanda wilayah lepas pantai Haiti. Gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang gedung-gedung tertinggi di Haiti. Sekitar 2.868 rumah hancur total dan penduduk yang tinggal di dalamnya dikuburkan. Dari 5.410 rumah lainnya yang rusak, 5.700 orang yang terluka parah selamat.

Tentara terlibat dalam operasi penyelamatan ekstensif tanpa ribuan orang menyadari situasinya. Sayangnya, jumlah korban yang semula dobel digit kini meningkat menjadi dua ribu. Artinya, jumlah korban tewas hari ini naik menjadi 1941 dari 27 dua hari lalu. Akibatnya, pemerintah mengalami krisis yang dalam.
Sebagai akibat dari gempa bumi yang menghancurkan, rumah sakit yang menyelamatkan jiwa telah runtuh, meninggalkan pemerintah Haiti dalam posisi genting karena tidak dapat menyelamatkan orang yang selamat dari bawah puing-puing. Akibatnya, Perdana Menteri Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat selama sebulan. Namun, saat hujan lebat dan angin kencang terus berlanjut, upaya penyelamatan tersendat dan Haiti masih terguncang.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
