Tingkat risiko banjir yang ekstrem diumumkan di China tengah hari ini, dengan sedikitnya 25 orang tewas.
Menurut media China, “Hujan deras di provinsi-provinsi di China tengah, seperti Henan. Jadi terjadilah banjir. Lebih dari 2 lakh mengungsi dari daerah mereka.”
Rel kereta api berada di bawah air. Tentara terus berpartisipasi dalam upaya penyelamatan. Dan 25 orang telah meninggal sejauh ini dalam banjir. Mobil mengapung di air banjir.
Menurut ahli meteorologi, bagian tengah China mengalami banjir serupa 60 tahun kemudian.
Presiden China mengatakan bahwa situasinya lebih buruk dalam situasi ini Xi Jinping maaf.
Tengah #CinaProvinsi Henan dilanda banjir setelah dilanda hujan deras yang tercatat sejak Sabtu lalu. 5 stasiun cuaca nasional telah memecahkan rekor sejarah curah hujan selama 3 hari berturut-turut. pic.twitter.com/SggSUoewad
– Rita Bay (@itaRitaBai) 20 Juli 2021
Para pemerhati lingkungan mengatakan dunia sedang menghadapi hujan serupa karena perubahan iklim. Oleh karena itu, mereka menekankan bahwa para pemimpin dunia perlu mengambil tindakan sekarang untuk mencegah dampak perubahan iklim di masa depan.

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.
