Akibat pemanasan global, batuan glasial di berbagai belahan dunia mulai mencair akibat panas. Akibat mencairnya gletser, permukaan air laut naik, dan risiko air laut masuk ke wilayah daratan.
Dengan cara ini kita harus menghadapi bencana seperti tsunami umum ketika air laut masuk ke wilayah daratan. Akibatnya, kemungkinan kehancuran dunia sangat tinggi.
Dalam hal ini, untuk pertama kalinya, wilayah tertua di Samudera Arktik,
Es laut yang lebih tebal telah ditemukan mencair karena panas.
Para ilmuwan mengatakan, ini bukan pertama kalinya batuan tersebut mulai mencair, ini adalah kedua kalinya.
Di bagian utara Greenland, lapisan es ini pecah dan mengeluarkan air. Area ini biasanya juga tertutup selama musim panas.
Aktivitas ini sebagian disebabkan oleh gelombang panas yang disebabkan oleh perubahan iklim dan angin yang lebih hangat.
Para ilmuwan mengatakan bahwa anjing laut dan beruang kutub yang hidup di sana mungkin akan punah karena mencairnya batuan es tersebut.
Para ilmuwan mengatakan sebagian besar lapisan es Arktik adalah lapisan es multi-tahun. Namun sekarang sudah mengecil dan hampir semua patch merupakan patch tahun pertama.
Bagian utara Greenland ditemukan menjadi wilayah di mana bintik-bintik tersebut diamati selama bertahun-tahun. Kini para ilmuwan mengatakan benda itu juga berpindah dari pantai.

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.
