Perusahaan pengembang Ubuntu, Canonical, resmi meluncurkan Ubuntu Core 26 sebagai versi stabil terbaru dari sistem operasi Ubuntu minimalis dan immutable yang dirancang untuk perangkat Internet of Things (IoT), edge computing, serta perangkat embedded. Kehadiran versi terbaru ini menjadi bagian dari meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem operasi yang aman, ringan, dan mudah dikelola untuk infrastruktur digital modern.
Berbasis Ubuntu 26.04 LTS dengan nama kode “Resolute Raccoon”, Ubuntu Core 26 membawa sejumlah peningkatan penting, mulai dari fitur live kernel patching, perlindungan berbasis perangkat keras untuk deployment kritikal, hingga pembaruan OTA (over-the-air) yang diklaim jauh lebih efisien.
Ubuntu Core 26 Fokus pada Keamanan dan Efisiensi
Canonical menyebut Ubuntu Core 26 dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional perangkat edge AI dan infrastruktur penting yang memerlukan tingkat keamanan tinggi serta pemeliharaan jangka panjang.
Salah satu fitur utama dalam rilis ini adalah live kernel patching, yang memungkinkan pembaruan keamanan kernel dilakukan tanpa perlu melakukan reboot perangkat. Fitur ini dinilai penting bagi sektor industri, manufaktur, telekomunikasi, hingga layanan publik yang membutuhkan waktu operasional tinggi tanpa gangguan.
Selain itu, Ubuntu Core 26 juga menawarkan dukungan pemeliharaan keamanan hingga 15 tahun, sebuah nilai tambah bagi perusahaan dan organisasi yang mengoperasikan perangkat dalam jangka panjang.
Pembaruan OTA Kini 90 Persen Lebih Kecil
Canonical juga melakukan optimalisasi besar pada mekanisme pembaruan sistem. Format snap-delta terbaru diklaim mampu mengurangi ukuran pembaruan hingga 90 persen untuk sebagian besar paket snap.
Pembaruan base snap yang sebelumnya berukuran sekitar 16 MB kini dipangkas menjadi hanya sekitar 1,5 MB. Perusahaan juga meningkatkan proses instalasi berbasis initramfs sehingga waktu pemasangan sistem menjadi lebih cepat.
Pendekatan ini dianggap relevan untuk perangkat IoT yang sering beroperasi dengan bandwidth terbatas atau berada di lokasi terpencil, termasuk implementasi smart city dan sistem industri yang mulai berkembang di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.
“Dengan Ubuntu Core 26, kami terus menghadirkan fondasi yang dibutuhkan operator infrastruktur kritis untuk memenuhi Cyber Resilience Act, menjalankan workload edge AI immutable yang terverifikasi, dan mengelola perangkat secara aman dalam skala besar,” kata Jon Seager, VP of Ubuntu Engineering di Canonical.
Sistem Build Baru dan Proteksi Data Lebih Kuat
Ubuntu Core 26 turut menghadirkan sistem build berbasis Chisel yang mampu memangkas ukuran base image hingga sekitar 7 persen. Langkah ini membantu efisiensi penyimpanan dan mempercepat deployment perangkat berskala besar.
Canonical juga meningkatkan sistem keamanan penyimpanan data dengan menyimpan TPM-sealed keys langsung di dalam header LUKS2. Pendekatan ini bertujuan memperkuat perlindungan enkripsi disk terhadap potensi akses tidak sah.
Integrasi OP-TEE untuk Perangkat ARM
Untuk perangkat berbasis ARM, Ubuntu Core 26 kini mendukung integrasi native OP-TEE. Teknologi ini memanfaatkan ARM TrustZone guna menyediakan perlindungan kunci berbasis hardware root-of-trust pada perangkat embedded.
Melalui Trusted Execution Environment (TEE), proses penyegelan dan pembukaan kunci enkripsi disk dapat dilakukan dengan tingkat keamanan lebih tinggi, sekaligus mengurangi eksposur kunci terhadap sistem operasi utama.
Fitur tersebut diperkirakan akan menarik perhatian industri yang mengembangkan perangkat edge AI, otomasi industri, hingga perangkat pintar berbasis ARM.
Dukungan Perangkat dan Kebutuhan Sistem
Ubuntu Core 26 tersedia dalam image Ubuntu Server maupun Ubuntu Desktop dan mendukung berbagai perangkat populer, termasuk Raspberry Pi 2, 3, 4, dan 5, Raspberry Pi Compute Module 3 dan 4, Qualcomm DragonBoard, Intel NUC, hingga perangkat generic x86_64, x86 KVM, dan RISC-V.
Canonical juga menyediakan image siap pakai melalui Multipass yang dapat diuji di Ubuntu, macOS, maupun Windows.
Untuk menjalankan Ubuntu Core 26, perangkat memerlukan minimal RAM 512 MB dan penyimpanan 1 GB. Dukungan TPM 2.0 pada platform x86 atau OP-TEE pada ARM juga diperlukan agar fitur enkripsi penuh dapat digunakan secara optimal.
Canonical Perkuat Posisi di Pasar IoT dan Edge Computing
Peluncuran Ubuntu Core 26 menunjukkan fokus Canonical dalam memperkuat ekosistem Linux untuk kebutuhan edge computing dan IoT yang terus berkembang secara global. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap perangkat yang aman, ringan, dan mudah diperbarui dari jarak jauh, Ubuntu Core 26 diposisikan sebagai solusi untuk deployment perangkat modern dalam skala besar.
Peningkatan efisiensi pembaruan, perlindungan berbasis hardware, serta dukungan jangka panjang menjadi faktor utama yang diperkirakan akan menarik minat perusahaan teknologi, operator infrastruktur, dan pengembang perangkat embedded di berbagai sektor industri.

Fajar Wibowo adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu penting dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Fajar menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan informasi masyarakat.
