Lahore: Polisi menyerang pendukung Imran Khan yang mencoba menentang larangan unjuk rasa di Pakistan dengan menembakkan gas air mata dan meriam air. Perdana Menteri Shabazz Sharif melarang aksi unjuk rasa di Pakistan, yang sedang mengalami krisis keuangan. Dalam situasi ini, pemilihan diumumkan akan diadakan pada tanggal 30 April untuk dewan provinsi Punjab dan Khyber Pakhtunkhwa yang dibubarkan di bawah Imran Khan. Kemudian, relawan partai mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (Tehri-e-Insab) dan pendukung Imran Khan berencana mengadakan rapat umum pemilihan.
Pendukung Imran Khan tidak diberi izin untuk mengadakan rapat umum pemilihan sementara pemerintah melarang rapat umum tersebut. Menentang larangan tersebut, sejumlah besar aktivis, termasuk anggota perempuan Hizb ut Tahrir-e-Insaf, berkumpul di depan rumah Imran Khan di Lahore dan bersiap untuk melancarkan aksi unjuk rasa. Kemudian polisi membubarkan mereka dengan melemparkan air dan gas air mata ke arah mereka. Banyak orang terluka. Polisi juga menghancurkan mobil anggota gerakan Ensab yang diparkir di Taman Zaman. Wartawan yang memprotes tindakan polisi juga dipukuli habis-habisan. Alhasil, kawasan itu sendiri menjadi lahan kerusuhan.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
