Upaya untuk memperkenalkan hak-hak baru justru menciptakan kolonialisme ideologis yang menyebabkan perpecahan dibandingkan mendorong perdamaian, seperti yang terjadi dalam teori gender.
Marina Raj – Vatikan
Paus Fransiskus memposting pesan di halaman Twitter-nya yang mengatakan bahwa alih-alih mempromosikan perdamaian, peristiwa-peristiwa yang memecah belah justru dilibatkan dalam upaya untuk memperkenalkan hak-hak baru, dan diharapkan penghormatan damai terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Dalam pesan yang diterbitkan pada hari Sabtu, 13 Januari, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa upaya untuk memperkenalkan hak-hak baru, yang tidak selalu dapat diterima, mengarah pada situasi penjajahan ideologis.
Penghormatan secara damai terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sangat diharapkan. Tweet Paus menekankan bahwa upaya untuk memperkenalkan hak-hak baru, yang tidak selalu dapat diterima, menciptakan kolonialisme ideologis yang menyebabkan perpecahan alih-alih mendorong perdamaian, seperti yang terjadi pada teori gender.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
