Sebuah tim khusus dari Kolombo mengunjungi Jaffna untuk memeriksa benih kentang yang dipasok oleh pemerintah Sri Lanka ke Jaffna.
Baru-baru ini, 21 metrik ton benih kentang yang diterima Jaffna berdasarkan hibah di bawah Program Pengembangan Pertanian Modern Bank Dunia disimpan di Koplan.
Pada tanggal 17 Desember diketahui bahwa benih kentang yang diimpor dari Australia tersebut telah rusak karena kurangnya pengaruh bakteri.
21 metrik ton bibit kentang sekarang tidak dapat digunakan karena infeksi bakteri.
Dalam hal ini, ketika persoalan benih kentang menimbulkan kontroversi, tim khusus dari Kolombo hari ini berkunjung untuk memeriksa benih kentang yang disimpan.
Departemen Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian dan pejabat Program Modernisasi Pertanian di Wilayah Utara berpartisipasi dalam survei ini.
Pada saat yang sama, diumumkan bahwa keputusan akhir mengenai benih kentang akan diambil setelah berkonsultasi dengan Layanan Perlindungan Tanaman Nasional.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

