Pemerintah Sri Lanka telah membantah tuduhan penyalahgunaan Undang-Undang Pencegahan Terorisme.
Uni Eropa menuduh pemerintah menggunakan PTA untuk menekan Muslim dan minoritas.
Menteri Luar Negeri Dinesh Gunawardena hari ini mengklarifikasi tuduhan tersebut dengan perwakilan Uni Eropa.
Menteri menyatakan penyesalannya atas keputusan yang diambil oleh Parlemen Uni Eropa tentang Sri Lanka pada tanggal sepuluh bulan ini.
Dia mencontohkan, UU Antiterorisme dikeluarkan karena eskalasi terorisme mematikan.
Dia mengatakan bahwa langkah-langkah sedang diambil untuk mengubah beberapa ketentuan Undang-Undang Pencegahan Terorisme sejalan dengan komitmen yang dibuat untuk PBB dalam hal ini.
Dia mengatakan tuduhan bahwa Undang-Undang Anti-Terorisme digunakan untuk menekan minoritas secara sistematis tidak berdasar.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
