New Delhi: Logo Komisi Kedokteran Nasional kini menjadi perbincangan dengan penambahan gambar dewa Hindu dan kata Bharat.
Komisi Medis Nasional baru-baru ini mengubah peraturannya mengenai perguruan tinggi kedokteran baru dan penerimaan mahasiswa kedokteran. Perubahan baru ini kini menjadi perbincangan di kota ini. Logo Komisi Medis Nasional memuat gambar Dhanwantari, yang dikenal sebagai dewa Ayurveda. India diubah menjadi “Bharat”. Melihat banyaknya suara kecaman, Ketua Komisi Medis Nasional BN Gangadhar pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Mengenai hal tersebut, ia berkata: “Foto Dhanvantri sebenarnya hitam putih. Saat ini hanya warna yang diberikan. Saat Komisi Kedokteran Nasional dibentuk, diputuskan untuk menggunakan gambar Dhanvantri pada logonya. Ia mengatakan bahwa Dhanvantri adalah dewa kesehatan dan penyembuhan di India. Benar juga kata “rempah-rempah” disebutkan, dan tidak ada alasan lain dibalik itu.
Beberapa bulan lalu, KTT G20 diadakan di Delhi. Sebuah pesta makan malam diselenggarakan untuk para pemimpin dunia yang datang menghadiri konferensi tersebut. Undangan tersebut memuat nama Presiden India, bukan Presiden Republik India. Hal ini memicu kontroversi besar.
function showInfoBox(){
$('#_infoBox').toggle('slow');
}
/* function ads_reload(){
$("#__adsr1").html('');
//$("#article_ga_track").load("https://www.hindutamil.in/ajax/track.php?act=ads&do=ga_track&pos=1161751");
$("#__adsr1").load("https://www.hindutamil.in/ajax/track.php?act=ads&do=album_ads_reload&page=article_detail&pos=article_right_1");
} */
function printDiv()
{
var divToPrint=document.getElementById('pgContentPrint');
var newWin=window.open('','Print-Window');
newWin.document.open();
newWin.document.write('
var emoteStarted = 0;
$('.emoteImg').click(function() {
var thisId = $(this).attr('data-id');
if(emoteStarted==0){
var totcnt = parseInt($('.emote-votes').attr('data-id'));
if(totcnt==0){
$('.emote-votes').html('1 Vote');
$('.emote-votes').css('padding', '2px 5px');
}else{
var newtotcnt = totcnt + 1;
$('.emote-votes').html(newtotcnt+' Votes');
}
$('.emoteImg').each(function(idx, ele){
var s = parseInt($(this).attr('data-id'));
var cnt = parseInt($(this).attr('data-res'));
var tot_cnt = parseInt($(this).attr('data-count')) + 1;
$(window).scroll(function() {
var wTop = $(window).scrollTop();
var homeTemplateHeight = parseInt($('#pgContentPrint').height()-200);
var acthomeTemplateHeight = homeTemplateHeight;
if(wTop>homeTemplateHeight){
if( related==1 ){
$('#related-div').html( $('.homePageLoader').html() );
$.ajax({
url:'https://api.hindutamil.in/app/index.php?key=GsWbpZpD21Hsd&type=related_article',
type:'GET',
data : { keywords:'', aid:'1161751' },
dataType:'json',
//async: false ,
success:function(result){
let userData = null;
try {
userData = JSON.parse(result);
} catch (e) {
userData = result;
}
var data = userData['data'];
console.log(data);
var htmlTxt="
தொடர்புடைய செய்திகள்
";
$.each(data, function (i,k){
var str = k.web_url;
var artURL = str.replace("https://www.hindutamil.in/", "https://www.hindutamil.in/");
var artImgURL = k.img.replace("/thumb/", "/medium/");
Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.