NASA Siapkan Manuver “Big Bang” untuk Memperpanjang Usia Voyager 1 di Antariksa

NASA Siapkan Manuver “Big Bang” untuk Memperpanjang Usia Voyager 1 di Antariksa

NASA tengah menyiapkan langkah penyelamatan untuk mempertahankan operasional Voyager 1, wahana antariksa terjauh yang pernah dibuat manusia. Strategi baru ini memanfaatkan karakteristik unik perangkat elektronik era 1970-an yang masih digunakan oleh wahana tersebut.

Setelah uji coba serupa berhasil dilakukan pada Voyager 2, tim insinyur NASA berencana menerapkan teknik penghematan daya bernama “big bang” pada Voyager 1. Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang masa kerja wahana yang kini menjelajah ruang antarbintang.

Manuver Penghematan Energi untuk Voyager 1

Voyager 1 melaju di ruang antarbintang dengan kecepatan lebih dari 56.000 kilometer per jam dan telah berada lebih dari 24 miliar kilometer dari Bumi. Tim dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA terus mencari cara agar wahana tersebut tetap dapat mengirimkan data ilmiah meski sumber dayanya terus menurun.

Insinyur misi Voyager sebelumnya berhasil melakukan pengujian penting pada Voyager 2 melalui manuver “big bang”. Teknik ini dilakukan dengan menyalakan dan mematikan sejumlah komponen secara berurutan untuk menghemat energi tanpa membuat sistem penting wahana mengalami kerusakan akibat suhu ekstrem di ruang angkasa.

Strategi tersebut memanfaatkan desain lama Voyager yang masih memiliki banyak komponen elektronik dari era 1970-an. Panas yang dihasilkan oleh perangkat tersebut dapat membantu menjaga suhu internal wahana agar tetap berada dalam batas aman.

Voyager 2 dipilih sebagai lokasi pengujian awal karena posisinya lebih dekat ke Bumi dan memiliki cadangan energi yang sedikit lebih besar dibandingkan Voyager 1.

Menurut manajer proyek Voyager NASA, Kareem Badaruddin, keberhasilan pengujian ini membuka peluang untuk menerapkan teknik yang sama pada Voyager 1.

“Ini adalah hal paling penting yang kami lakukan pada wahana Voyager dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Badaruddin. Ia menyebut pengujian “big bang” berjalan dengan sangat baik.

READ  Hari ini (05.01.2022) Hari ini adalah manfaat dari zodiak..!

Sumber Energi Voyager Terus Berkurang

Kedua wahana Voyager menggunakan generator termoelektrik radioisotop yang mengubah panas dari peluruhan alami plutonium-238 menjadi listrik.

Namun, karena plutonium-238 terus mengalami peluruhan dengan waktu paruh sekitar 88 tahun, jumlah panas yang dihasilkan semakin berkurang. Akibatnya, setiap wahana kehilangan sekitar 4 watt daya setiap tahun.

Dalam manuver “big bang”, NASA mematikan dua pemanas dan satu perangkat perekam data berbasis pita lama yang menjadi bagian dari sistem Digital Data Tape Recorder. Pada saat yang sama, beberapa sistem pemanas lain dan salah satu sistem pendorong wahana tetap diaktifkan.

Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat hampir 10 watt energi per tahun tanpa mengorbankan perangkat penting.

Sejak diluncurkan pada 1977, Voyager 1 dan Voyager 2 masing-masing membawa 10 instrumen ilmiah. Sebagian instrumen telah dimatikan karena misi utama mereka dalam menjelajahi planet-planet di tata surya sudah selesai.

NASA Berharap Voyager 1 Kembali Mengaktifkan Instrumen Ilmiah

Penghematan energi dari manuver ini dapat memungkinkan NASA mengoperasikan kembali salah satu instrumen Voyager 1, yaitu Low-energy Charged Particles (LECP).

Instrumen tersebut berfungsi mengukur kepadatan partikel di ruang antarbintang. Sebelumnya, LECP harus dimatikan untuk mencegah sistem wahana mengalami gangguan akibat penurunan tingkat daya.

Saat ini, Voyager 1 masih memiliki dua instrumen ilmiah yang aktif. Salah satunya mendeteksi gelombang plasma, sementara instrumen lainnya mengukur medan magnet di wilayah ruang yang belum pernah dijelajahi oleh wahana buatan manusia sebelumnya.

Data dari kedua instrumen tersebut tetap memberikan informasi penting mengenai kondisi lingkungan di luar tata surya.

Voyager 1 Menuju Tonggak Sejarah Baru

Jika tetap beroperasi, Voyager 1 akan mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi. Artinya, sinyal komunikasi dari Bumi membutuhkan waktu lebih dari 24 jam untuk mencapai wahana tersebut dan sebaliknya.

READ  Masalah perut? Berikut langkah mudah untuk mengatasinya!

Jarak itu setara dengan sekitar 173 kali jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. Meski terlihat kecil dibandingkan ukuran satu tahun cahaya, pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan eksplorasi antariksa manusia.

Manajer proyek Voyager di JPL, Suzanne Dodd, sebelumnya menyatakan bahwa Voyager 1 memiliki peluang besar untuk mencapai usia operasional selama lima dekade. Dengan keberhasilan manuver penghematan energi dan kondisi instrumen yang masih baik, NASA berharap wahana tersebut dapat terus mengirimkan data hingga dekade berikutnya.

Voyager 1 menjadi bukti panjangnya daya tahan teknologi eksplorasi antariksa. Melalui berbagai solusi kreatif, NASA terus mempertahankan misi bersejarah ini meski wahana tersebut telah bekerja jauh melampaui perkiraan awalnya.

Lainnya dari Penulis

NVIDIA Buka Teknologi cuFile untuk Dorong Konsep “AI Storage”, Bukan Pengganti VRAM GPU

NVIDIA Buka Teknologi cuFile untuk Dorong Konsep “AI Storage”, Bukan Pengganti VRAM GPU

Robot Humanoid Atlas Boston Dynamics Bisa Mengganti Baterai Sendiri dalam Kurang dari 3 Menit

Robot Humanoid Atlas Boston Dynamics Bisa Mengganti Baterai Sendiri dalam Kurang dari 3 Menit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *