iklan
Pemilihan parlemen diadakan di negara tetangga kita Pakistan pada Juli 2018. Mantan pemimpin Partai Kriket Pakistan, Imran Khan, dilantik sebagai Perdana Menteri. Dia mengundurkan diri pada April tahun lalu setelah kalah dalam mosi tidak percaya yang diajukan oleh partai oposisi. Setelah itu, partai oposisi membentuk koalisi baru. Shabazz Sharif, Presiden Liga Muslim Pakistan, dilantik sebagai Perdana Menteri. Parlemen dibubarkan tiga hari sebelum akhir masa jabatannya. Pemilihan harus diadakan dalam waktu 90 hari ke depan. Namun, karena masalah ekonomi yang dialami negara, ada kemungkinan pemilu ditunda.
Sementara itu, setelah parlemen dibubarkan, partai-partai politik di negara itu secara serius mempertimbangkan untuk memilih perdana menteri sementara untuk memerintah negara sampai pemilihan diadakan dan pemerintahan baru terbentuk. Setelah berkonsultasi dengan Shabazz Sharif, pemimpin oposisi negara itu Raja Riaz mengatakan mereka telah memutuskan untuk memilih Anwar-ul-Haq Qaghar, yang merupakan anggota parlemen Balochistan, sebagai perdana menteri sementara, lapor media negara itu.

Berlangganan saluran Dinamalar untuk mendapatkan berita terbaru


Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
