(Na. Tanuja)
Langkah-langkah sedang diambil untuk menyediakan tanah berharga di Kolombo kepada perusahaan asing dan swasta melalui Celentiva, sebuah perusahaan yang didirikan di bawah Kementerian Keuangan oleh pemerintah saat ini.
Siapa pendiri Celentiva? Siapa yang memberi wewenang yang relevan? Anggota parlemen UPFA Talata Atukurala mendesak pemerintah untuk membuat jawaban atas pertanyaan publik.
Dia berbicara pada konferensi pers di markas United People’s Force di Kolombo pada hari Minggu.
di sana dia menambahkan,
Pemerintah saat ini berkuasa dengan janji memulihkan sumber daya dan aset nasional yang dijual ke perusahaan asing terutama selama pemerintahan yang baik.
Dengan demikian, mereka telah menciptakan ilusi di masyarakat bahwa aset nasional negara telah diserahkan oleh pemerintah kita kepada asing.
Secara khusus, katanya, organisasi Viatmaca telah pergi ke seluruh negeri dan melakukan kampanye yang diperlukan untuk membuatnya tampak seperti sesuatu yang tidak ada.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
