BEIJING: China mengecam keras larangan impor AS dari Provinsi Xinjiang China.
Amerika Serikat telah menuduh lebih dari 10 juta Muslim Uyghur, termasuk minoritas, menahan dan menahan mereka di kamp-kamp di provinsi tetangga China, Xinjiang. Selanjutnya, Amerika Serikat melarang impor barang yang dibuat di kamp konsentrasi di Provinsi Xinjiang. Perintah itu ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden. Oleh karena itu, China mengecam keras Amerika Serikat karena melanggar aturan perdagangan internasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijiang mengatakan, “Xinjiang dituduh merencanakan untuk menggulingkan pelanggaran hak asasi manusia. Itu mencampuri urusan dalam negeri China yang melanggar aturan dasar hukum internasional dan hubungan administratif. China dengan tegas menyangkal tuduhan AS,” katanya. .
Iklan

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
