Yangon: Sedikitnya 38 orang tewas dalam serangkaian penembakan militer terhadap pengunjuk rasa di Myanmar. Di Myanmar, tentara merebut kekuasaan dalam kudeta tanggal 1 bulan lalu. Tentara dan polisi menindak para demonstran. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hingga 50 orang telah tewas, sementara militer mengatakan hanya enam orang yang ditembak mati dalam sebulan terakhir.
Dalam kasus ini, tentara kemarin menembaki para demonstran. Sebuah rekaman video dirilis tentang tiga kru ambulans yang dipukuli dengan kejam oleh tentara, menyebabkan keributan. Kemarin, dilaporkan bahwa 8 orang tewas dalam penembakan tentara. Namun laporan mengejutkan muncul kemarin yang menewaskan 38 orang. “Ini serangan terparah sejak kudeta 1 Februari. Ini hari berdarah. Dalam satu hari, 38 orang ditembak mati,” kata utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schreiner Bergner.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
