Atas dasar ini, produser yang bersangkutan diperintahkan untuk membayar satu setengah crores rupee kepada serikat produser dari gaji yang terutang padanya dalam tiga film yang dibintangi Seelambarasan.
Masalahnya, Eswaran saat ini menolak menyerahkannya kepada sutradara yang telah menyetujuinya. Asosiasi Produsen menulis surat kepada perusahaan digital yang meminta mereka untuk tidak mengizinkan film tersebut dirilis sampai mereka membayar Rs 2,5 crore.
Ayah Sillambarasan de Rajender bertemu dengan wartawan di pagi hari dan memohon bahwa tindakan seperti itu adalah konspirasi.
“Saya minta kerugian yang ditimbulkan Sillambarasan kepada saya dan itu tidak akan menjadi persekongkolan,” kata Michael Ryan, produser Anpanavan Asarathavan Atakathavan, yang kini mengomentari hal itu. MPA akan membahas dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya karena produser saat ini menolak untuk membayar, kata Radhakrishnan, wakil presiden Asosiasi Produsen Film.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Eswaran akan dirilis pada tanggal 14 sesuai rencana. Serikat Produsen berkeras bahwa film tersebut hanya akan ditayangkan dengan kompensasi. Pihak T. Rajender bersiap untuk menghadapi hal ini secara hukum.
Pantau terus untuk pesan instan

Ayu Maharani adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus pada penyajian berita dan informasi terkini secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Ia meliput beragam topik, mulai dari berita umum, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, hingga gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Ayu mengutamakan pelaporan yang informatif, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca, serta menghadirkan perkembangan terbaru dan kisah-kisah yang memiliki dampak serta keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
