Pesawat ruang angkasa antara Beijing dan Cina telah berhasil bergabung dengan Pusat Penelitian Luar Angkasa, dan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Kanada telah mendirikan stasiun luar angkasa internasional. “Shenzhou-13” Tapi China sedang mendirikan pusat penelitian terpisah “Tianhi” di luar angkasa.

Ilmuwan China kemarin meluncurkan roket “Long March-2F” dari landasan peluncuran Jiguan di gurun Kobe. Roket itu terbang ke luar angkasa dengan tiga astronot, Wang Yaping, Zhigang, dan Yi Quangpu, membawa pesawat ruang angkasa Shenzhou-13. Wang Yaping adalah wanita pertama yang mengunjungi China Space Research Organization.

Pesawat ruang angkasa, terpisah dari roket, bergabung dengan Pusat Penelitian Luar Angkasa Tianhe, yang ditempatkan di orbit Bumi. Tiga astronot, yang sudah dikirim oleh China, kembali ke Bumi bulan lalu setelah bekerja di Pusat Tianhe selama tiga bulan.
Iklan

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
