Banyak orang bertanya-tanya apakah puasa intermiten bisa menyebabkan serangan jantung.
Puasa intermiten
Puasa intermiten adalah pola makan yang memungkinkan kita mengambil jeda lebih lama di antara waktu makan.
Umumnya, pada puasa jenis ini, seseorang tidak makan apa pun selama 16 jam dan mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup selama delapan jam tersisa. Kebiasaan makan ini dikatakan dapat menurunkan berat badan, meningkatkan produksi insulin, dan banyak manfaat kesehatan lainnya.
Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Puasa intermiten menghilangkan lemak jahat dari tubuh dan menurunkan berat badan. Hal ini mengurangi risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Bisakah serangan jantung terjadi?
Penting untuk dicatat bahwa meskipun puasa intermiten baik untuk jantung, namun tidak cocok untuk semua orang, dan penderita diabetes dan kondisi kesehatan kronis harus berkonsultasi dengan ahli kesehatan sebelum memulai pola puasa ini.
Patut dicatat bahwa beberapa ahli percaya bahwa membatasi asupan makanan hingga kurang dari 8 jam sehari tidak berhubungan dengan umur yang lebih panjang.

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.


