Samsung Klaim Galaxy Watch Bisa Prediksi Pingsan Lebih Dini

Samsung Klaim Galaxy Watch Bisa Prediksi Pingsan Lebih Dini

Samsung Electronics mengumumkan hasil studi klinis terbaru yang menunjukkan potensi smartwatch dalam mendeteksi risiko pingsan sebelum terjadi. Penelitian bersama Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital di Korea Selatan itu menemukan bahwa Galaxy Watch6 mampu memprediksi gejala vasovagal syncope (VVS) dengan tingkat akurasi tinggi melalui analisis sinyal biologis pengguna.

Temuan ini dinilai membuka peluang pengembangan sistem peringatan dini secara real-time pada perangkat wearable, termasuk jam tangan pintar yang kini semakin populer digunakan masyarakat untuk memantau kesehatan sehari-hari.

Studi Samsung dan Rumah Sakit Korea Selatan

Vasovagal syncope merupakan kondisi ketika detak jantung dan tekanan darah turun secara tiba-tiba akibat faktor tertentu, seperti stres berlebihan, sehingga menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran sementara.

Meski umumnya tidak mengancam nyawa secara langsung, kondisi ini dapat memicu cedera serius akibat jatuh mendadak, seperti patah tulang, gegar otak, hingga pendarahan di otak. Risiko tersebut juga menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama bagi lansia dan pasien dengan gangguan kesehatan tertentu.

Profesor Junhwan Cho dari Departemen Kardiologi Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital mengatakan banyak pasien sinkop mengalami trauma akibat jatuh saat pingsan.

“Dalam beberapa kasus ekstrem, pasien mengalami cedera serius seperti patah tulang atau pendarahan otak. Peringatan dini dari teknologi ini dapat memberi waktu bagi pasien untuk mencari posisi aman atau meminta bantuan, sehingga risiko cedera sekunder dapat ditekan secara signifikan,” ujar Cho.

Galaxy Watch6 Gunakan Sensor PPG dan AI

Tim peneliti yang dipimpin Profesor Cho melakukan pengujian terhadap 132 pasien dengan dugaan gejala VVS melalui tes pingsan terkontrol.

Dalam penelitian tersebut, Galaxy Watch6 memanfaatkan sensor photoplethysmography (PPG) untuk membaca variasi detak jantung atau heart rate variability (HRV). Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI).

READ  Membangun Strategi Tuberkulosis Indonesia Berbasis Bukti dan Kemitraan

Hasilnya, sistem berhasil memprediksi kemungkinan pingsan hingga lima menit sebelum kejadian dengan tingkat akurasi mencapai 84,6 persen.

Kemampuan ini dinilai penting karena memberikan waktu bagi pengguna untuk mengambil tindakan pencegahan sebelum kehilangan kesadaran.

Potensi Sistem Peringatan Dini di Smartwatch

Penelitian ini disebut sebagai studi pertama di dunia yang berhasil menunjukkan potensi smartwatch komersial dalam memprediksi sinkop secara dini.

Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal medis “European Heart Journal – Digital Health” Volume 7 Edisi 4, salah satu publikasi ilmiah terkemuka di bidang kesehatan digital.

Bagi industri wearable, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa smartwatch tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat pendukung gaya hidup atau olahraga, tetapi mulai berkembang menjadi alat pemantauan kesehatan yang lebih serius.

Samsung Fokus pada Teknologi Kesehatan Digital

Samsung menyatakan akan terus mengembangkan kemampuan pemantauan kesehatan pada lini perangkat wearable mereka serta memperluas kerja sama dengan institusi medis global.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu juga menargetkan pengembangan solusi kesehatan preventif yang lebih personal melalui integrasi AI dan sensor biometrik.

Tren pemanfaatan wearable untuk kesehatan sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain memantau aktivitas fisik dan kualitas tidur, perangkat seperti smartwatch kini mulai digunakan untuk mendeteksi gangguan jantung, kadar stres, hingga kondisi darurat kesehatan secara real-time.

Jika teknologi prediksi pingsan ini nantinya diterapkan secara luas, perangkat wearable berpotensi menjadi alat pendukung penting dalam pencegahan cedera dan pemantauan kesehatan harian masyarakat.

More From Author

Tesla Mulai Produksi Cybercab, Kendaraan Otonom Masa Depan

Tesla Mulai Produksi Cybercab, Kendaraan Otonom Masa Depan

Indonesia Dorong Transformasi Digital ASEAN Senilai US Triliun di Tengah Ketegangan Global

Indonesia Dorong Transformasi Digital ASEAN Senilai US$2 Triliun di Tengah Ketegangan Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *