Sri Lanka sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk membeli vaksin Johnson & Johnson.
Menteri Kesehatan Pavithra Vaniaracchi mengatakan di Parlemen hari ini (Kamis) bahwa Sri Lanka telah memulai pembicaraan dengan perusahaan yang berbasis di AS itu melalui kedutaan AS di Sri Lanka.
Dia menambahkan bahwa pemerintah akan mengambil langkah untuk membeli vaksin jika pembicaraan berhasil.
Vaksin Johnson Coronavirus telah secara resmi disetujui oleh regulator AS.
Vaksin tersebut harus disetujui oleh National Medicines Regulatory Authority untuk digunakan di Sri Lanka.
Vaksin ini dibuat dengan biaya rendah dan dapat disimpan di lemari es, bukan di lemari es.
Hasil uji coba vaksin yang dilakukan di Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Brasil menemukan bahwa vaksin itu efektif melawan efek berbahaya dari virus.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 85 persen efektif mencegah penyakit serius. Tetapi juga dikatakan hanya efektif 66 persen secara keseluruhan.
Perlu dicatat bahwa sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan di antara mereka yang divaksinasi, dan tidak ada orang yang dirawat di rumah sakit sampai 28 hari setelah menerima vaksinasi.
Hubungi berita

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
