Taliban mengembalikan karyawan wanita ke kantor Kabinet Afghanistan.
Kabul:
merebut kekuasaan di Afghanistan Taliban Mereka telah membentuk pemerintahan baru. Diumumkan pembentukan pemerintahan yang terdiri dari 33 menteri. Tidak ada seorang wanita pun yang muncul di dalamnya.
Taliban Berbagai negara berkomentar bahwa hak-hak perempuan di Afghanistan dipertanyakan karena sistem tersebut.
Sudah berkuasa Taliban Berbagai larangan diberlakukan selama berada di sana. Perempuan dilarang pergi bekerja. Taliban mengatakan tidak ada pembatasan seperti itu yang akan diberlakukan saat ini.
Tapi mereka datang dengan pembatasan yang berbeda pada wanita. Kementerian Urusan Wanita Afghanistan telah menegaskan kembali bahwa karyawan wanita tidak boleh datang ke kantor. Demikian pula di banyak tempat perempuan yang pergi bekerja dikirim kembali.

Dalam hal ini, Kementerian Kesejahteraan Perempuan di Afghanistan Taliban meleleh. Nama kementerian diubah menjadi Kementerian Doa, Bimbingan dan Kebajikan.
Kementerian ini sebenarnya ada dari tahun 1996 hingga 2001 Taliban Dia beroperasi ketika dia berkuasa. Perempuan akan dipantau atas nama kementerian ini. Patut dicatat bahwa wanita yang pergi sendirian tanpa pergi dengan kerabat dihukum.
https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
