Kodangi Brown-Jackson akan menjadi hakim perempuan kulit hitam pertama di Mahkamah Agung AS.
Kodangi Brown-Jackson, seorang wanita kulit hitam, akan menjadi hakim wanita pertama di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Presiden AS Joe Biden telah menyetujui Katangi Brown-Jackson sebagai hakim Mahkamah Agung AS yang baru. Setelah persetujuannya, senator AS akan memilih dia sebagai hakim. Patut dicatat dalam konteks ini bahwa pemungutan suara untuk pengangkatannya sebagai hakim dijadwalkan akan dimulai hari ini.
Demokrat menentang penunjukan Jackson sebagai hakim sejak awal. Demokrat telah dengan tajam mengkritik janji pemilihan Biden untuk menunjuk seorang hakim Afrika-Amerika. Dari 94 persen orang kulit putih Amerika, hanya 6 persen yang mengkritik penunjukan seorang kulit hitam Afrika sebagai hakim. Dan begitu juga suara mereka terhadap Jackson.
Jika semua anggota Partai Republik yang tersisa memilih dia, termasuk suara Wakil Presiden Kamala Harris, Jackson akan dipilih oleh panel hakim Senat. Kotanji Brown-Jackson, 51, akan menggantikan pensiunan hakim Stephen Fryer, 83.
Jackson adalah orang Afrika-Amerika ketiga yang menjabat di Mahkamah Agung jika dia memenangkan referendum. Tapi wanita kulit hitam pertama adalah seorang hakim. Patut dicatat bahwa keduanya adalah pria yang telah memegang posisi.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.


