Hugging Face melalui anak perusahaannya, Pollen Robotics, memperkenalkan Microduck, robot mungil berbentuk bebek yang dirancang sebagai sarana pembelajaran kecerdasan buatan dan robotika. Dengan tinggi hanya 25 sentimeter, robot ini menawarkan perangkat lunak sumber terbuka yang memungkinkan pengguna mengembangkan serta melatih berbagai kemampuan baru melalui simulasi.
Microduck Menjadi Sarana Eksperimen Kecerdasan Buatan
Pollen Robotics yang berbasis di Bordeaux, Prancis, mengembangkan Microduck sebagai robot yang dapat langsung digunakan sekaligus dikembangkan lebih lanjut. Pengguna dapat memanfaatkan metode pembelajaran penguatan melalui simulator fisika sumber terbuka untuk mengajarkan berbagai tugas baru kepada robot.
Microduck memiliki tinggi sekitar 25 sentimeter dan bobot kurang lebih 800 gram. Ukurannya yang kecil membuat perangkat ini tidak ditujukan sebagai asisten rumah tangga yang mampu melakukan pekerjaan berat.
Sebaliknya, Microduck dirancang sebagai sarana yang relatif terjangkau untuk mempelajari kecerdasan buatan berbasis perangkat keras, pembelajaran mesin, dan teknologi robotika modern.
Robot tersebut dibanderol US$399 atau sekitar Rp6 jutaan berdasarkan kisaran nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurut Pollen Robotics, Microduck dirancang untuk membuat pengembangan kecerdasan buatan pada perangkat keras nyata lebih mudah diakses. Robot sudah memiliki sejumlah kemampuan bawaan, sementara sistem sumber terbukanya mencakup pengendalian robot, simulasi, pelatihan pembelajaran penguatan, hingga pemindahan kemampuan dari lingkungan simulasi ke robot fisik.
Kamera dan Sensor Jarak Membantu Mengenali Lingkungan
Paruh Dapat Digunakan untuk Mengambil Benda
Meski berukuran kecil, Microduck dapat dilatih melakukan sejumlah pekerjaan sederhana. Dalam demonstrasi Pollen Robotics, robot berkaki dua tersebut mampu mengambil kaus kaki dan spidol menggunakan paruh artikulasinya, kemudian memasukkan benda-benda tersebut ke dalam kotak.
Kamera yang menghadap ke depan membantu Microduck mengamati lingkungan sekitarnya. Robot juga memiliki sensor berbasis cahaya untuk memperkirakan jarak terhadap berbagai objek.
Perangkat keras Microduck tidak menggunakan rancangan sumber terbuka. Namun, seluruh sistem perangkat lunak yang menjadi dasar pengoperasian robot tersedia secara terbuka.
Pollen Robotics juga mendorong komunitas pengguna untuk berbagi kemampuan baru yang mereka kembangkan setelah keseluruhan sistem Microduck tersedia. Perusahaan menyatakan belum memiliki rencana untuk membuka rancangan perangkat keras robot tersebut.
Dibekali Memori 1 GB dan Penyimpanan 32 GB
Microduck memiliki memori 1 GB serta ruang penyimpanan internal 32 GB. Robot ini juga dilengkapi sistem pemrosesan dengan frekuensi 50 Hz yang menghubungkan kecerdasan buatan dengan berbagai sensor untuk menentukan tindakan berikutnya.
Kemampuan bergeraknya cukup beragam. Jika terjatuh, Microduck dapat kembali berdiri tanpa bantuan manusia.
Robot juga dapat menggunakan sepatu roda melalui paket aksesori tambahan. Paket tersebut menyediakan kaki beroda, bola untuk dimainkan, cip komunikasi jarak dekat beserta penandanya, serta penunjuk laser yang dapat diikuti Microduck menggunakan kamera pada bagian matanya.
Perwakilan Pollen Robotics, Santiago Pavon, menjelaskan bahwa siapa pun dapat melatih perilaku baru bagi Microduck dalam simulasi menggunakan metode pembelajaran penguatan.
Menurut Pavon, pengembangan kemampuan robot agar dapat memiliki tujuan dan beroperasi secara mandiri masih berlangsung. Pollen Robotics berharap komunitas pengguna turut berkontribusi dalam memperluas kemampuan robot tersebut.
Pengenalan Suara dan Navigasi Menjadi Target Pengembangan
Pollen Robotics berharap Microduck pada akhirnya mampu menjalankan berbagai fungsi secara mandiri, termasuk pengenalan suara, pemetaan lingkungan sekaligus penentuan posisi, navigasi, serta pengambilan benda.
Namun, ukuran robot menjadi salah satu keterbatasan fisiknya. Pavon memperkirakan Microduck kemungkinan hanya mampu mengangkat benda dengan berat sekitar 100 gram.
Meski demikian, perusahaan melihat Microduck sebagai platform terbuka untuk melatih robot otonom berukuran kecil agar mampu menjalankan berbagai kegiatan praktis maupun hiburan.
Pavon menyebut pengembangan perilaku otonom sebagai tujuan bersama komunitas merupakan salah satu aspek yang paling menarik dari proyek Microduck.
Microduck telah tersedia untuk pemesanan awal dengan harga US$399. Unit pertama direncanakan dikirim kepada konsumen sebelum akhir tahun.
Kabar Akuisisi Hugging Face oleh Nvidia
Peluncuran Microduck berlangsung di tengah laporan mengenai kemungkinan perubahan besar pada perusahaan induk Pollen Robotics, Hugging Face.
Nvidia dikabarkan mempertimbangkan pembelian Hugging Face dengan nilai sekitar US$13 miliar. Namun, informasi tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dan kesepakatan disebut belum mencapai tahap akhir.
Jika transaksi tersebut benar-benar terjadi, langkah itu berpotensi memperkuat keterlibatan Nvidia dalam ekosistem kecerdasan buatan terbuka.
Nvidia sendiri memiliki keluarga model kecerdasan buatan Nemotron yang tersedia secara terbuka. Kepala Eksekutif Nvidia Jensen Huang juga menyuarakan dukungan terhadap pengembangan model kecerdasan buatan sumber terbuka dan model dengan bobot yang dapat diakses secara terbuka.
Sikap tersebut muncul di tengah perdebatan industri mengenai pendekatan terbuka dan tertutup dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Pollen Robotics sebelumnya telah menjadi bagian dari Hugging Face. Hingga kini belum diketahui bagaimana kemungkinan pembelian Hugging Face oleh Nvidia akan memengaruhi Pollen Robotics maupun pengembangan Microduck.
Microduck menempati segmen berbeda dibandingkan robot humanoid berukuran besar. Dengan harga yang relatif terjangkau, perangkat lunak sumber terbuka, serta dukungan simulasi pembelajaran penguatan, robot bebek mungil ini diarahkan menjadi sarana eksperimen bagi pengembang dan komunitas yang ingin mempelajari kecerdasan buatan serta robotika secara langsung.

Fajar Wibowo adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu penting dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Fajar menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan informasi masyarakat.
