Oktober 27, 2021

poupnews

Berita Lengkap Dunia

Indonesia – Sri Lanka Hubungan kedua negara sangat penting – c. Peres

Diposting oleh T. Saranya pada 25-09-2021 21:37:56

(M.Manushitra)

Menteri Luar Negeri GL Peiris mengatakan perjanjian perdagangan harus diselesaikan untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara Sri Lanka dan Indonesia. Peres juga mencatat bahwa hubungan kedua negara sangat penting sebagai anggota Gerakan Non-Blok.

Isu ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Redno Lestari, Priyanchari Marsudi dan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Profesor J. El Peres di KBRI New York.

Menlu RI menegaskan, penguatan hubungan bilateral menjadi prioritas, dengan fokus khusus pada kerja sama ekonomi kedua negara.

Untuk mempromosikan perdagangan bilateral, perjanjian perdagangan harus diselesaikan. Menteri GL Peres mengatakan hubungan kedua negara sangat penting sebagai anggota Gerakan Non-Blok. Peres mencatat.

Filosofi GNB bukanlah untuk menyelaraskan setiap isu, tetapi menyelesaikan setiap isu dengan basis tersendiri sehingga GNB masih relevan hingga saat ini.

Jadi kita perlu memasukkan lebih banyak energi ke dalam gerakan ini. Menteri GL Peiris menyatakan bahwa Indonesia dan Sri Lanka sangat prihatin dengan keamanan Samudra Hindia.

Oleh karena itu perlu untuk lebih memperkuat asosiasi marjinal Samudera Hindia dan Forum Regional Asia. Menteri GL Peres juga memuji kerja sama keamanan, berbagi intelijen, dan konsultasi tingkat staf untuk memerangi terorisme dan kejahatan maritim.

Menkeu mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia atas keberhasilan besar dalam memerangi epidemi Covid-19. Pandemi ini memungkinkan kekuatan umat manusia untuk bersatu dan bersatu dalam persatuan. Menteri juga menyinggung kemungkinan meningkatkan pariwisata antara kedua negara.

Kedua menteri menyepakati perlunya memperkuat Gerakan Non-Blok dan Asosiasi Pinggiran Samudera Hindia. Kedua menteri sepakat untuk melakukan kunjungan timbal balik ke kedua negara pada waktu yang tepat.

READ  Keluhan Hunian Lahan: Permintaan Amartya Sen | Dinamika