Mei 8, 2021

poupnews

Berita Lengkap Dunia

Iran akan membentuk kembali program nuklirnya ketika mencabut sanksi AS

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Jumat bahwa Iran akan segera melanjutkan program nuklirnya ketika sanksi AS dicabut.

Perjanjian nuklir terakhir ditandatangani pada 2015 antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah Iran setuju untuk memastikan bahwa program nuklirnya tidak akan menghasilkan senjata nuklir. Sebaliknya, kekuatan besar setuju untuk meringankan sanksi terhadap negara.

Trump mengumumkan pengunduran dirinya dari kesepakatan itu pada 2018 setelah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Itu juga memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran yang telah ditangguhkan karena perjanjian tersebut. Kedua negara berselisih tentang masalah ini.

Sementara itu, pemerintahan Trump kini telah menggulingkan Amerika Serikat dan pemerintahan Joe Biden telah berkuasa. Pemerintahan Biden baru-baru ini mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran jika mematuhinya.

Menteri luar negeri Iran juga meminta Amerika Serikat untuk bergerak cepat dalam kesepakatan nuklir 2015.

Dalam konteks ini, pemerintahan Biden mengatakan, pada hari Kamis, bahwa pihaknya siap untuk memperbarui perjanjian 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.

Muhammad Jawad Sharif membuat pernyataan pada hari Jumat saat mengumumkan sikap Teheran pada tawaran Washington untuk memperbarui pembicaraan.

Teheran telah menetapkan batas waktu 23 Februari bagi Washington untuk mencabut sanksi tersebut.

Selain itu, Iran mengatakan akan mengambil tindakan terbesarnya untuk melanggar kesepakatan tersebut.

Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat meminta Iran untuk menarik diri dari operasi tersebut. Patut dicatat bahwa mereka telah berulang kali menyatakan keprihatinan mereka tentang langkah Teheran baru-baru ini untuk memproduksi logam uranium dan uranium, yang dapat diperkaya hingga 20 persen.