Pemakaman pria 26 tahun yang bekerja di Sekolah Tinggi Ilmu Pertahanan di Kutalla ditunda hingga keesokan harinya (17).
Hari ini Pengadilan Banding mengeluarkan perintah kepada Direktur Rumah Sakit Pendidikan Kolombo Selatan yang bertanggung jawab atas Kedokteran Forensik.
Tes PCR yang dilakukan oleh Kottalawala College of Defense Sciences setelah putra mereka meninggal sebelum waktunya, yang sangat keras, mengungkapkan infeksi Kovit-19.
Dia mengatakan bahwa dia meragukan laporan itu dan diminta untuk menjalani pemindaian PCR lagi.
Perintah tersebut dikeluarkan oleh Hakim Arjuna Obisikara dan Mayathon Corraya, Ketua Pengadilan Banding, sambil mempertimbangkan permohonan yang diajukan oleh pria dari Trincomalee.
Panel hakim hari ini memerintahkan direktur dan petugas forensik di Rumah Sakit Pendidikan Kolombo Selatan untuk hadir di depan Pengadilan Banding sehari setelah kasus terkait kematian dibawa.
Pengacara presiden Pfizer Mustafa hadir di pengadilan hari ini atas nama pemohon

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
