Diputuskan untuk menunjuk komisi khusus untuk menyelidiki pelepasan tanah yang direbut oleh pasukan pemerintah Sri Lanka di Yaldi.
Dalam pembahasan yang berlangsung hari ini di Sekretariat Jenderal Direktur disampaikan keputusan pelepasan tanah tersebut.
Jaffna. Pembahasan mengenai pelepasan tanah yang dilakukan oleh Angkatan Darat Sri Lanka di wilayah tersebut diselenggarakan di bawah kepemimpinan Ketua Eksekutif Komisi Pradhani Sagala Ratnayaka atas prakarsa Menteri Douglas Devananda.
6000 hektar tanah
Panitia yang terdiri dari aparat keamanan dan polisi akan menyelidiki dan melaporkan lahan yang akan dikosongkan.
Tim tersebut, yang terdiri dari aparat keamanan dan polisi, juga diarahkan untuk menentukan jumlah tanah terbesar yang dapat dikosongkan dalam waktu singkat.
Demikian pula, dari 6.000 hektar tanah yang dikukuhkan untuk pengambilalihan di wilayah Lembah Utara pada tahun 2013, sekitar 3.000 hektar tanah dibebaskan dan direklamasi.
Diputuskan juga dalam pertemuan hari ini untuk memberikan klarifikasi terkait pelepasan tanah kepada masyarakat, melakukan pengukuran tanah yang diperlukan untuk pelepasan tanah bekerja sama dengan masyarakat, membangun rumah dan memukimkan kembali warga di kamp-kamp kesejahteraan.

Rizky Pratama adalah penulis di Poupnews.com yang berfokus menyajikan informasi aktual dan relevan bagi pembaca. Ia meliput berbagai topik, mulai dari berita terkini, politik, bisnis, dan teknologi hingga olahraga, hiburan, serta gaya hidup. Dalam setiap tulisannya, Rizky mengutamakan pelaporan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan peristiwa serta isu-isu penting yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

