Rusia mengatakan siap memutuskan hubungan dengan Uni Eropa jika sanksi baru diberlakukan.
Moskow,
Pemerintah Rusia dan Uni Eropa telah terlibat dalam kontroversi atas penangkapan dan pemenjaraan pemimpin oposisi Alexei Navalny di Rusia. Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa memenjarakan Alexei Navalny adalah tindakan pembalasan politik.
Dalam konteks ini, Rusia mengusir 3 duta besar dari Jerman, Polandia dan Swedia atas partisipasi mereka dalam perjuangan Navalny pro-Alexei di Rusia. Sebagai tanggapan, ketiga negara Eropa tersebut mengusir duta besar Rusia dari negaranya. Uni Eropa telah memperingatkan sanksi baru terhadap Rusia atas masalah ini.
Rusia mengatakan siap memutuskan hubungan dengan Uni Eropa jika sanksi baru diberlakukan yang dapat merugikan ekonomi. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan: “Sanksi Uni Eropa menimbulkan risiko bagi ekonomi kami, termasuk di bidang-bidang utama. Hambatan ini dapat menyebabkan putusnya hubungan. Kami tidak ingin mengisolasi diri dari urusan dunia. Tetapi kami harus bersiap-siap. untuk itu.”

Siti Lestari adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan perhatian pada perkembangan isu-isu aktual dan cerita yang relevan bagi masyarakat, Siti berupaya menghadirkan laporan yang informatif, seimbang, dan bermanfaat, sehingga pembaca dapat mengikuti berbagai peristiwa penting dengan lebih baik.
