Perkembangan perangkat wearable—mulai dari smartwatch hingga perangkat pintar kecil yang dapat dikenakan—terus melaju seiring meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap teknologi yang lebih cerdas dan efisien. Qualcomm kini memperkenalkan platform terbaru untuk perangkat tersebut, yakni Snapdragon Wear Elite. Chipset ini dirancang untuk menghadirkan peningkatan performa signifikan sekaligus kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di perangkat.
Snapdragon Wear Elite diproyeksikan menjadi otak bagi generasi terbaru smartwatch berbasis WearOS serta berbagai perangkat wearable berbasis AI seperti pin pintar dan pendant digital. Platform ini juga mendukung sistem operasi Android dan Linux, membuka peluang bagi produsen untuk mengembangkan berbagai kategori perangkat wearable baru.
Performa Snapdragon Wear Elite Melonjak Tajam
Qualcomm mengklaim Snapdragon Wear Elite menawarkan peningkatan kinerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, yaitu Snapdragon W5+ Gen 2.
Menurut perusahaan, chipset ini menghadirkan peningkatan hingga lima kali lipat pada kinerja CPU dan hingga tujuh kali lipat pada kemampuan grafis GPU. Selain itu, efisiensi daya juga meningkat dengan daya tahan baterai yang diklaim sekitar 30% lebih lama.
Peningkatan ini dimungkinkan berkat penggunaan proses fabrikasi 3 nanometer—teknologi manufaktur chip terbaru yang saat ini banyak digunakan pada prosesor kelas flagship.
Snapdragon Wear Elite dilengkapi dengan arsitektur CPU lima inti, yang terdiri dari:
-
1 inti utama (prime core) dengan kecepatan hingga 2,1 GHz
-
4 inti performa dengan kecepatan hingga 1,9 GHz
Selain itu, Qualcomm juga menyematkan koprosesor khusus yang membantu mengelola tugas ringan serta proses latar belakang agar konsumsi daya tetap efisien.
Bagi pengguna smartwatch, peningkatan ini berpotensi menghadirkan pengalaman yang lebih responsif—mulai dari membuka aplikasi, menjalankan fitur kesehatan, hingga navigasi dan notifikasi real-time.
Dukungan AI Langsung di Perangkat
Salah satu fitur utama Snapdragon Wear Elite adalah hadirnya unit pemrosesan neural (NPU) khusus Hexagon. Ini menjadi pertama kalinya Qualcomm menghadirkan NPU dedicated pada platform seri Wear.
NPU tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai fitur AI langsung di perangkat tanpa harus bergantung pada pemrosesan cloud. Qualcomm menyebut teknologi ini ditujukan untuk mendukung era “agentic AI”, yakni asisten digital yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri.
Hexagon NPU pada Snapdragon Wear Elite memiliki kemampuan komputasi hingga 12 TOPS (trillion operations per second) dan mendukung model AI dengan ukuran hingga 2 miliar parameter.
Dengan kemampuan ini, perangkat wearable di masa depan dapat menjalankan berbagai fitur cerdas seperti:
-
asisten AI personal di smartwatch
-
pemrosesan suara langsung di perangkat
-
analisis kesehatan berbasis AI
-
rekomendasi aktivitas secara real-time
Kemampuan AI di perangkat juga membantu meningkatkan privasi data karena sebagian pemrosesan tidak perlu dikirim ke server eksternal.
Konektivitas Lebih Lengkap, Termasuk Dukungan Satelit
Snapdragon Wear Elite juga menghadirkan berbagai peningkatan pada sisi konektivitas.
Qualcomm menyertakan dukungan untuk teknologi 5G RedCap (Reduced Capability) yang dirancang untuk perangkat Internet of Things dan wearable. Teknologi ini menawarkan latensi rendah sekaligus konsumsi daya yang lebih efisien dibandingkan 5G konvensional.
Selain itu, chipset ini juga mendukung NB-NTN (Narrowband Non-Terrestrial Networks) yang memungkinkan perangkat tetap terhubung melalui jaringan satelit di area tanpa sinyal seluler—fitur yang semakin relevan untuk aktivitas luar ruang seperti pendakian atau olahraga ekstrem.
Fitur konektivitas lainnya meliputi:
-
Wi-Fi 6
-
Bluetooth 6.0
-
NFC untuk pembayaran digital
-
UWB (Ultra Wideband) untuk pelacakan presisi
-
GNSS dual-band untuk navigasi lokasi yang lebih akurat
Meski demikian, Qualcomm menyatakan produsen perangkat dapat memilih varian chipset dengan beberapa fitur konektivitas tertentu yang dihilangkan sesuai kebutuhan produk.
Pengisian Daya Lebih Cepat
Snapdragon Wear Elite juga mendukung teknologi pengisian daya cepat. Qualcomm mengklaim perangkat yang menggunakan chipset ini dapat mencapai 50% kapasitas baterai dalam waktu kurang dari 10 menit.
Bagi pengguna smartwatch yang sering menggunakan perangkat sepanjang hari—misalnya untuk pelacakan kesehatan, olahraga, atau komunikasi—fitur ini dapat menjadi nilai tambah yang signifikan.
Akan Digunakan pada Smartwatch Generasi Baru
Perangkat pertama yang menggunakan Snapdragon Wear Elite diperkirakan akan mulai hadir dalam beberapa bulan mendatang.
Beberapa produsen teknologi besar seperti Samsung, Google, dan Motorola disebut telah bekerja sama dengan Qualcomm untuk menghadirkan perangkat berbasis chipset ini.
Dengan peningkatan performa, efisiensi daya, serta kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat, Snapdragon Wear Elite berpotensi menjadi fondasi bagi generasi baru wearable pintar—mulai dari smartwatch hingga perangkat AI kecil yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Faithful maker. Award-winning bacon nerd. Social media maven. Pop culture evangelist. Evil zombie guru.”
