Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus mematangkan program eksplorasi Bulan bertajuk Artemis, yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak era Apollo. Dalam pembaruan terbaru, NASA mengumumkan penambahan satu misi baru serta penyempurnaan arsitektur sistem peluncuran guna meningkatkan frekuensi penerbangan dan kesiapan teknologi menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh.
NASA Tingkatkan Frekuensi Misi Artemis
NASA mengumumkan rencana peningkatan jumlah misi dalam program Artemis sekaligus melakukan standardisasi konfigurasi roket Space Launch System (SLS). Kebijakan ini bertujuan mempercepat pengiriman astronaut ke Bulan dan mempertahankan keunggulan Amerika Serikat dalam eksplorasi antariksa.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kennedy Space Center, Florida. Dalam kesempatan itu, NASA juga memberikan pembaruan terkait misi Artemis II, yang akan menjadi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis.
Melalui pendekatan baru ini, NASA menargetkan pelaksanaan satu misi Bulan setiap tahun setelah fase awal program selesai.
Uji Sistem Sebelum Astronaut Mendarat di Bulan
Sebagai bagian dari arsitektur misi terbaru, NASA akan menambahkan misi uji pada tahun 2027. Penerbangan ini bertujuan menguji kemampuan sistem transportasi astronaut ke Bulan dengan melakukan pengujian di orbit rendah Bumi.
Uji coba tersebut mencakup koordinasi antara kapsul Orion dengan wahana pendarat komersial. Pengujian ini dinilai penting sebelum NASA mengirim astronaut untuk mendarat di Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.
Dengan standardisasi roket SLS dan sistem pendukung lainnya, NASA berharap dapat mengirim astronaut untuk menjelajahi kutub selatan Bulan pada 2028, wilayah yang diyakini menyimpan cadangan es air yang berpotensi mendukung misi jangka panjang.
Rangkaian Lima Misi Awal Artemis
Artemis I: Uji Terbang Tanpa Awak
Misi Artemis I berhasil dilaksanakan pada November 2022. Dalam misi ini, roket SLS dan kapsul Orion diluncurkan tanpa awak untuk menguji sistem peluncuran baru serta berbagai teknologi eksplorasi.
Pengujian tersebut menilai performa roket dan wahana, termasuk sistem yang nantinya akan digunakan dalam misi berawak berikutnya.
Artemis II: Penerbangan Berawak Mengelilingi Bulan
Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama menggunakan roket SLS dan kapsul Orion.
Setelah menjalani simulasi peluncuran penuh (wet dress rehearsal), NASA menemukan masalah aliran helium pada tahap propulsi kriogenik sementara. Roket dan pesawat ruang angkasa kemudian dipindahkan kembali ke Vehicle Assembly Building untuk dilakukan perbaikan.
Saat ini para insinyur di Kennedy Space Center tengah menangani masalah tersebut sekaligus mengganti beberapa komponen, termasuk baterai.
Misi ini akan berlangsung sekitar 10 hari, dengan kru mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Empat astronaut yang akan terlibat adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA).
Artemis III: Demonstrasi Lander Komersial
NASA menambahkan misi demonstrasi pada 2027 untuk menguji wahana pendarat yang dikembangkan oleh perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.
Dalam misi ini, Orion akan bertemu dan melakukan docking dengan wahana pendarat di orbit rendah Bumi. Uji coba ini bertujuan memastikan koordinasi teknologi antara sistem NASA dan kendaraan komersial sebelum misi pendaratan Bulan.
Artemis IV: Target Pendaratan di Bulan
NASA menargetkan pendaratan manusia pertama dalam program Artemis pada awal 2028.
Setelah diluncurkan dengan Orion dan roket SLS, kru akan berpindah ke wahana pendarat komersial untuk turun ke permukaan Bulan. Setelah menyelesaikan misi, astronaut akan kembali ke Orion di orbit Bulan dan pulang ke Bumi dengan pendaratan di Samudra Pasifik.
Dalam misi ini, NASA juga mulai menerapkan konfigurasi roket SLS yang telah distandardisasi. Tahap propulsi kriogenik sementara akan digantikan oleh tahap kedua baru.
NASA juga memutuskan tidak lagi menggunakan Exploration Upper Stage dan Mobile Launcher 2, yang sebelumnya mengalami berbagai penundaan dalam pengembangan.
Artemis V: Awal Pembangunan Basis Bulan
NASA memperkirakan Artemis V akan diluncurkan pada akhir 2028 menggunakan konfigurasi SLS yang telah distandardisasi.
Misi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembangunan basis manusia di Bulan, sebuah proyek jangka panjang yang bertujuan mendukung penelitian ilmiah serta eksplorasi luar angkasa berkelanjutan.
Setelah Artemis V, NASA menargetkan pelaksanaan misi Bulan secara rutin sekitar satu kali setiap tahun.
Fondasi Menuju Misi Manusia ke Mars
NASA menegaskan bahwa rencana arsitektur program Artemis masih terus disempurnakan. Informasi tambahan mengenai strategi eksplorasi Bulan dan penugasan kru akan diumumkan di masa mendatang.
Melalui Artemis, NASA berupaya membuka babak baru eksplorasi antariksa yang tidak hanya berfokus pada Bulan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi misi berawak manusia ke Mars di masa depan.

Fajar Wibowo adalah penulis di Poupnews.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu penting dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Fajar menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan informasi masyarakat.
