Maret 1, 2021

poupnews

Berita Lengkap Dunia

Dugaan Perlakuan Buruk dalam Pemilu: Perjuangan di Indonesia || Dugaan Penyimpangan Pemilihan: Pertarungan Diintensifkan di Indonesia

Protes antipemerintah meningkat menyusul dugaan penyimpangan dalam pemilihan presiden Indonesia.

Jakarta,

Kanselir mengeluarkan peringatan keras kepada mereka yang terlibat dalam perjuangan. Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, mengadakan tiga pemilihan bulan lalu untuk memilih presidennya, anggota parlemen dan perwakilan lokal.

Dalam kasus ini, komisi pemilihan negara mengumumkan hasil resmi akhir pemilihan presiden pada Selasa lalu. Presiden petahana Joko Widodo kembali dinyatakan sebagai pemenang dengan 55,5% suara.

Mantan panglima militer Prabovo Supinando, yang mencalonkan diri melawannya, kehilangan 10 persen keunggulan. Provo Supinando menuding pemilu sebagai penyimpangan yang meluas. Dia juga mengatakan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terhadap hasil pemilu.

Buntutnya, pendukung Provo bertempur pada Selasa malam untuk memprotes hasil pemilu. Ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota, termasuk ibu kota, Jakarta. Kekerasan tiba-tiba meletus dalam perjuangan, yang awalnya damai. Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi. Mereka juga membakar mobil yang diparkir di jalan raya.

Setelah itu, polisi menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Dimana terjadi konfrontasi sengit antara kedua belah pihak. Enam orang tewas dalam bentrokan itu. Lebih dari 200 orang terluka.

Dalam hal ini, perjuangan melawan hasil pemilu mulai meningkat. Ribuan orang berkumpul di ibu kota Jakarta tadi malam. Sampai saat itu, bentrokan terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa.

Dalam kasus ini, Presiden Goku Widodo memperingatkan bahwa tindakan keras akan diambil terhadap mereka yang terlibat dalam perjuangan tersebut.

“Saya tidak akan mentolerir mereka yang berusaha mengacaukan persatuan negara kita tercinta dan menimbulkan ancaman bagi keamanan negara. Polisi dan tentara akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar hukum. Tidak ada cara lain selain ini,” ujarnya. kata.

READ  Corona membunuh lebih dari 2 lakh di Brasil | Pembaruan korona di Brasil